PB NWDI Ambil Alih Ponpes Abul Barokat Lombok Tengah, TGB Pimpin Perombakan Total
Mataram (NTBSatu) – Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (PB NWDI) resmi mengambil alih pengelolaan Ponpes Abul Barokat Wannafahat Bunkate, Lombok Tengah usai pimpinan pimpinan lembaga pendidikan tersebut mengundurkan diri pada Rabu, 23 September 2026.
Langkah cepat ini diambil guna menjamin kepastian legalitas, pemulihan psikologis santri, serta keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren tersebut. Hal ini sesuai dengan informasi dari Ketua PD NWDI Lombok Tengah, Habib Ziadi.
“Yang pertama, ini artinya TGB siap menerima pondok pesantren ini untuk dikelola beliau. Seterusnya, ya kita akan menerima pengarahan hari ini, sore ini di lokasi. Teknisnya bagaimana dan personalianya bagaimana memang itu perlu musyawarah bersama beliau dan Majelis Pendidikan PB NWDI,” ujarnya kepada NTBSatu pada Jumat, 25 September 2026.
Mekanisme Perombakan Sistem
Pengambilalihan kepengurusan Ponpes Abul Barokat Bunkate oleh PB NWDI menempuh mekanisme organisasi secara menyeluruh. PB NWDI bersama Majelis Pendidikan NWDI merumuskan struktur kepemimpinan baru melalui musyawarah terbuka yang melibatkan tokoh masyarakat setempat dan Pengurus Daerah.
Ketua Umum PB NWDI, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), memimpin langsung evaluasi menyeluruh terhadap manajemen lembaga. Habib mengonfirmasi langkah perombakan tidak hanya menyasar struktur personalia, tetapi juga sistem tata kelola yayasan secara mendasar.
“TGB akan pimpin evaluasi dan perubahan (perombakan) baik struktur pengurus, sistem. Dengan garansi beliau lembaga ini akan menjadi lebih baik,” tegasnya.
Habib juga menjelaskan opsi perubahan nama yayasan kini tengah masuk dalam pembahasan internal PB NWDI.
“TGB punya opsi merubah nama Yayasan pondok pesantren. Selanjutnya membutuhkan musyawarah berlanjut untuk hasil yg lebih baik. Nanti akan akan ada pertemuan akbar berikutnya,” lanjutnya.
Sedangkan untuk pemilihan pengurus baru, nantinya akan melewati beberapa tahap dan musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat.
“Tentu pengurus baru nanti akan mulai dengan musyawarah bersama tokoh masyarakat setempat, bersama pengurus daerah yang dipimpin oleh Pengurus Besar akan merumuskan. Pertama strukturnya siapa, terus icon-nya atau mudir lah terbilang, ya, siapa. Nah itu yang belum. Nanti kan kita sama-sama ikuti arahan dari beliau,” tuturnya.
Jamin Keadilan Korban
Di samping pembenahan manajerial, PB NWDI memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan kondisi psikologis para santri pasca-insiden yang terjadi. Langkah konkret yang disiapkan mencakup penyediaan ruang dialog terbuka bersama wali santri, tokoh masyarakat, dan awak media untuk menyerap evaluasi serta masukan.
Habib menyebut TGB menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh santri mendapatkan perlindungan, rasa aman, serta hak-hak keadilannya.
“TGB berharap anak-anak yang jadi korban memperoleh ketenangan dan keadilan,” ungkapnya.
Melalui restrukturisasi ini, seluruh jajaran pengurus berkomitmen memulihkan kepercayaan publik serta memastikan pondok pesantren kembali menjadi lingkungan pendidikan yang aman.
“Intinya, Pengurus Besar dan kami Pengurus Wilayah ataupun Pengurus Daerah harus memastikan bahwa Abul Barokat ini tetap eksis. Anak-anak bisa kembali lagi, wali murid tenang menitipkan anaknya. Mudah-mudahan Pondok ini jadi lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (*)




