Sumbawa Besar (NTBSatu) – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Sumbawa menemukan ribuan warga berisiko mengalami diabetes melitus. Selain itu, program tersebut juga menemukan hipertensi sebagai diagnosis terbanyak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat mengatakan, temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.
“Dari hasil screening melalui program CKG yang telah berjalan, kami menemukan dari diagnosis terbanyak itu hipertensi dan diabetes melitus,” katanya, Rabu, 23 September 2026.
Dinas Kesehatan memeriksa 114.823 warga melalui layanan cek gula darah. Hasilnya, 97.031 orang atau 84,5 persen menunjukkan kondisi normal.
Namun, petugas menemukan 13.591 orang atau 11,84 persen berada pada kategori pra-diabetes. Selain itu, petugas juga menemukan 4.088 orang atau 3,56 persen dengan indikasi diabetes melitus.
Sarip mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan hasil skrining sebagai diagnosis akhir. Sebab, petugas masih perlu memastikan kondisi kesehatan setiap warga melalui pemeriksaan lanjutan.
“Temuan skrining diabetes melitus masih menggunakan test strip atau stik gula darah. Karena itu, petugas perlu melakukan pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.
Menurut Sarip, pemeriksaan lanjutan dapat membantu tenaga kesehatan menentukan kondisi sebenarnya. Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat memberikan penanganan yang tepat.
Hipertensi Jadi Temuan Terbanyak
Selain gangguan gula darah, Dinas Kesehatan juga menemukan banyak warga dengan tekanan darah tinggi.
Petugas memeriksa tekanan darah 110.438 warga. Dari jumlah itu, 83.216 orang atau 75,35 persen memiliki tekanan darah normal.
Selanjutnya, petugas menemukan 14.674 orang atau 13,27 persen mengalami hipertensi. Kemudian, sebanyak 12.541 orang atau 11,36 persen masuk kategori pra-hipertensi.
Sarip menjelaskan, hasil skrining tekanan darah juga memerlukan pemeriksaan ulang. Sebab, kondisi tubuh seseorang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
“Bisa saja saat skrining kondisi seseorang belum stabil sehingga tensinya tinggi. Karena itu, petugas perlu melakukan pemeriksaan lanjutan,” katanya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan tidak menemukan penyakit yang signifikan pada kelompok anak-anak.
Sebaliknya, petugas justru menemukan lebih banyak kasus pada kelompok usia produktif. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi masyarakat usia kerja.
Menurut Sarip, pemeriksaan sejak dini dapat membantu masyarakat mengendalikan penyakit sebelum memicu komplikasi yang lebih berat.
“Ketika masyarakat sudah mengetahui hasil pemeriksaannya, tenaga kesehatan dapat melakukan penanganan lebih lanjut sehingga kondisi tersebut tetap terkontrol,” ujarnya.
Sumbawa Tempati Posisi Kedua di NTB
Di sisi lain, capaian program CKG di Kabupaten Sumbawa terus meningkat. Dinas Kesehatan mencatat realisasi program mencapai 40,71 persen berdasarkan rekapitulasi manual.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Sumbawa pada posisi kedua di Provinsi NTB. Sementara itu, data aplikasi ASIK mencatat realisasi sebesar 39,57 persen.
Angka tersebut berasal dari 214.725 warga yang mengikuti pemeriksaan. Jumlah itu berasal dari total sasaran sebanyak 542.682 orang.
Untuk meningkatkan cakupan layanan, Dinas Kesehatan terus menjalankan strategi jemput bola. Petugas kesehatan rutin mendatangi masyarakat melalui puskesmas dan layanan lapangan.
“Kami terus menjalankan skema jemput bola agar semakin banyak masyarakat mengikuti CKG,” kata Sarip.
Saat ini, Kecamatan Moyo Utara mencatat capaian tertinggi sebesar 59,23 persen. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Labangka dengan 57,11 persen. Sementara Kecamatan Maronge mencatat capaian sebesar 51,30 persen. (*)




