Lombok Barat

Bendungan Meninting Rampung, tapi Air Belum Mengalir ke Warga

Lombok Barat (NTBSatu) – Bendungan Meninting di Lombok Barat telah rampung secara fisik dan telah diresmikan Presiden Prabowo pada Juli lalu. Namun, hingga kini warga sekitar belum merasakan manfaat air dari bendungan tersebut.

Kepala Desa Bukittinggi, Ahmad Muttakin mengatakan, persoalan utama berada pada jaringan irigasi. Menurutnya, saluran distribusi belum terbangun untuk mengalirkan air bendungan Meninting kepada masyarakat.

“Sudah diresmikan, sudah 100 persen jadi. Tapi irigasinya yang belum bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata Ahmad kepada NTBSatu, Selasa, 22 September 2026.

IKLAN

Ahmad menjelaskan, jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam pemanfaatan air bendungan. Jaringan tersebut nantinya menyuplai kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian dan perikanan.

“Jadi jaringan-jaringan irigasi itu kan belum terbangun untuk menyuplai air-air kebutuhan masyarakat. Terutama untuk sawah, terus peternakan ikan, semua kan,” sambung Ahmad.

Kondisi tersebut menjadi persoalan ketika masyarakat menghadapi kekeringan. Menurut Ahmad, warga melihat bendungan berada di sekitar wilayah mereka. Namun, warga belum dapat memanfaatkan air bendungan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

IKLAN

“Sehingga masyarakat juga merasakan di situasi saat ini dampak kekeringan itu kan. Padahal ada bendungan dekat kita,” lanjutnya.

Target Jaringan Irigasi

Ahmad mengatakan, pemanfaatan Bendungan Meninting nantinya mencakup sejumlah wilayah. Dari sisi timur, jaringan direncanakan mengarah menuju Lingsar dan Narmada. Menurutnya, informasi yang ia terima juga menyebut suplai air menuju Lombok Tengah.

“Rencana itu kan ada ke Lingsar, kalau dari sisi timur, yaitu nanti ke Lingsar, Narmada. Dan bahkan informasinya akan sampai menyuplai Lombok Tengah,” lanjut Ahmad.

Bagi Desa Bukittinggi, manfaat bendungan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air. Ahmad berharap, desa tersebut juga mendapatkan dampak dari sektor pariwisata.

“Sehingga kami juga di Bukit Tinggi bisa merasakan dampak dari manfaat bendungan ini terutama di pariwisatanya,” katanya.

Namun, harapan tersebut masih menunggu pembangunan jaringan pendukung bendungan. Ahmad berharap pembangunan jaringan dapat berlangsung dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan Tahun 2027 atau ke depan tahun 2028 ini bisa terbangun semua itu,” ujarnya.

DPRD NTB Dorong Kepastian

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, pernah menyoroti kondisi tersebut. Ia mengatakan, pembangunan bendungan seharusnya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, manfaat tersebut terutama harus petani rasakan.

“Jadi kami berharap dengan terbangunnya bendungan Meninting ini kan Pak Prabowo menyampaikan kemarin, biar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Sudirsah kepada NTBSatu beberapa waktu lalu.

Karena itu, Komisi IV DPRD NTB mendorong percepatan pembangunan jaringan pendukung. Sudirsah mengatakan masyarakat membutuhkan jawaban dan kepastian mengenai pemanfaatan bendungan.

“Untuk bisa sesegera mungkin lah kita memberikan jawaban dan kepastian kepada masyarakat,” tutup Sudirsah (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait