Breaking NewsHukrim

Oknum Dosen Undikma Diduga Lecehkan Mahasiswi

Mataram (NTBSatu) – Oknum dosen di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) diduga melecehkan sejumlah mahasiswi.

Perwakilan Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB, Joko Jumadi mengaku, sudah mendengarkan cerita dari korban. “Sudah ada tim yang ketemu dengan korban, sudah ada komunikasi. Tapi saya belum bertemu dengan korban,” katanya kepada NTBSatu, Senin, 21 September 2026.

Joko menjelaskan, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada para korban. Pendampingan tersebut mencakup aspek psikologis hingga pendampingan jika kasus berlanjut ke proses hukum.

IKLAN

Saat ini, aliansi masih mendalami informasi yang dari para korban sebelum menentukan langkah selanjutnya. “Kita dalami dulu. Pasti kami akan melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram ini.

Salah seorang keluarga korban inisial R menerangkan, oknum dosen Fakultas Kedokteran Hewan Undikma tersebut melakukan pelecehan kepada mahasiswi pada Agustus 2026.

Korban berani menceritakan kejadian yang ia alami sebulan setelah peristiwa terjadi. “Karena korban sudah merasa stres,” ucapnya.

IKLAN

Pengakuan korban, oknum dosen melancarkan aksinya bermula dari candaan. Kemudian merembet kepada pelecehan seksual fisik. Seperti memeluk hingga menyentuh bagian tubuh korban. “Pelecehan di tempat PKL (Praktik Kerja Lapangan). Dosen ini sekaligus pemilik klinik hewan,” ungkap R.

Desak Kampus Pecat Oknum Dosen

Pihak keluarga menuntut kampus untuk memenuhi hak-hak korban dan keluarga. Kemudian mendesak birokrasi kampus untuk memecat oknum dosen tersebut sebagai tenaga pengajar di Undikma.

Berikutnya, mendorong Undikma mengeluarkan surat pernyataan tanggungjawab dan komitmen kampus untuk memenuhi tuntutan korban dan hak-hak korban untuk belajar. Termasuk mendapatkan layanan psikososial, dan membatasi agar tidak ada pertemuan antara oknum dosen itu dengan pelaku.

Selain itu, sambung R, pihaknya juga masih mempertimbangkan untuk membawa kasus ini kepolisian. “Tapi masih pada khawatir dengan proses hukumnya,” katanya.

Terpisah, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Undikma, Dr. drh. Kholik, M.Vet belum merespons konfirmasi terkait dugaan pelecehan seksual tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini terbit, tidak membuahkan hasil. Pesan yang dikirim tidak balas. Begitu juga dengan upaya permintaan keterangan melakukan telepon. (*)

Artikel Terkait