Tambang Dodo-Rinti Masuk PSN, AMNT Jadi Mesin Ekonomi Baru NTB
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Proyek pembangunan fasilitas tambang Dodo-Rinti milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), dipastikan masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN). Status ini diberikan bukan hanya pada satu bagian proyek, melainkan seluruh sistem tambang yang terintegrasi di Sumbawa dan Sumbawa Barat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumbawa, Dedy Heriwibowo menegaskan, proyek tersebut merupakan satu kesatuan antara fasilitas konsentrator Batu Hijau dengan pengembangan tambang di Dodo dan Lepui.
“Yang dinilai strategis itu bukan sebagian, tetapi keseluruhan ekosistem tambangnya yang saling terhubung,” ujar Dedy kepada NTBSatu, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan, penetapan PSN berawal dari usulan pihak swasta dalam hal ini AMNT, yang kemudian melalui proses evaluasi Pemerintah Pusat. Skema ini, katanya, memang membuka ruang bagi berbagai pihak untuk mengusulkan proyek strategis.
“Siapa pun bisa mengajukan, selama memenuhi kriteria strategis nasional dan memberi dampak besar bagi ekonomi,” jelasnya.
Informasi masuknya proyek tersebut ke dalam PSN disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB. Dalam forum itu, perwakilan Bappenas menyebut proyek telah masuk daftar prioritas, meski penetapan final menunggu pembaruan Rencana Kerja Pemerintah 2026 (RKP). “Legalitas finalnya akan dikunci dalam dokumen RKP tahun depan,” katanya.
Menurut Dedy, proyek ini dinilai layak masuk PSN karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam penguatan sektor pertambangan di daerah. Terutama, yang terhubung dengan tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat.
“Ini bukan sekadar proyek tambang biasa, tetapi bagian dari rantai produksi besar yang menopang industri nasional,” bebernya.
Sejalan dengan Target Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Ia menambahkan, kehadiran proyek tersebut juga sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi daerah yang ditetapkan dalam kisaran lima hingga delapan persen. Untuk mencapai angka itu, dibutuhkan sektor unggulan yang mampu menjadi penggerak utama.
“Kalau ingin tumbuh tinggi, kita perlu ‘mesin’ yang kuat, dan tambang ini salah satunya,” tambahnya.
Dengan status PSN, proyek akan mendapat berbagai kemudahan, terutama dalam proses perizinan dan dukungan kebijakan. Hal ini diyakini dapat mempercepat realisasi investasi, mengingat pembiayaan proyek sebagian besar berasal dari swasta.
“Masuk PSN berarti ada percepatan dari sisi regulasi dan koordinasi lintas sektor,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan proyek tetap harus melalui tahapan teknis yang panjang sebelum beroperasi penuh. “Prosesnya tidak instan. Ada studi kelayakan, desain teknis, hingga kesiapan lahan yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Dari perspektif daerah, masuknya proyek ini ke dalam PSN dinilai akan memberikan kontribusi signifikan terhadap target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sumbawa. “Dampaknya tidak hanya pada sektor tambang, tetapi juga akan menjalar ke sektor lain,” katanya.
Ia juga menilai, investasi besar ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sektor unggulan lain, seperti hilirisasi unggas, kawasan ekonomi biru Samota, hingga industri garam. “Ini peluang untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih luas, bukan berdiri sendiri,” tambahnya. (Marwah)



