OlahragaSumbawa Barat

Kejar Target Lima Besar, KONI KSB Kirim 618 Atlet untuk Porprov NTB 2026

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan keseriusan luar biasa dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Tidak tanggung-tanggung, KSB menargetkan lompatan prestasi ke peringkat lima besar dengan kekuatan kontingen mencapai 813 orang. Terdiri dari 618 atlet dan 195 ofisial.

Ketua Komite Olahraga Nasiaonal Indonesia (KONI) KSB, Andi Laweng melalui Ketua Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), M. Nasir mengungkapkan, target ambisius ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Melainkan, hasil perhitungan matang melalui pendekatan sport science.

Melalui manajemen Pelatda yang terukur, setiap perkembangan atlet dipantau secara ketat. Tujuannya, untuk memastikan mereka mencapai puncak performa tepat saat laga dimulai pada Juli mendatang.

Nasir menegaskan, objektivitas dalam menilai kekuatan atlet menjadi kunci utama Pelatda tahun ini guna menghindari penetapan target yang bersifat spekulatif. Hal ini berdasarkan pada data faktual yang tim teknis kumpulkan selama masa pemusatan latihan yang telah berjalan.

“Kami berbicara berdasarkan data faktual hasil tes fisik, bukan sekadar janji atau asumsi. Melihat progres yang ada dari hasil pemantauan lapangan, kami sangat optimis bisa meraih banyak medali emas dan memperbaiki posisi di klasemen nanti,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 23 April 2026.

Program Latihan yang Komprehensif

Lebih lanjut, Pelatda KSB telah merancang program latihan yang komprehensif, termasuk jadwal evaluasi fisik secara berkala. Hal ini untuk mendeteksi dini kekurangan atlet, sehingga pelatih memiliki waktu cukup untuk melakukan perbaikan teknik maupun stamina sebelum memasuki arena pertandingan.

Pemantauan ketat ini terbagi menjadi tiga fase tes utama, guna melihat grafik perkembangan para atlet secara konsisten. Nasir menjelaskan, setiap fase memiliki indikator keberhasilan yang harus para atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor) penuhi.

“Kesiapan fisik akan terus kami pantau secara bertahap. Setelah pre-test di Maret lalu, kami akan menggelar middle test pada 2-3 Mei mendatang, dan tes final atau post-test pada 10 Juli tepat sebelum keberangkatan kontingen,” tambahnya.

Strategi Pelatda tahun ini juga menyasar pada pemetaan cabor unggulan yang diproyeksikan menjadi lumbung emas, seperti Pencak Silat, Karate, dan Judo. Namun, penguatan juga dilakukan pada sektor lain seperti Sepak Takraw, Tarung Derajat, Biliar, Taekwondo, Menembak, Panahan, hingga Bulu Tangkis.

Selain cabor fisik, KSB juga melihat peluang besar pada cabang Tenis Meja, E-Sport, Paralayang, hingga Sepak Bola. Nasir menilai target lima besar sangat realistis mengingat adanya peningkatan performa yang signifikan, termasuk adanya strategi pemberdayaan atlet veteran pada catur dan rekrutmen strategis di bulu tangkis.

“Target lima besar cukup realistis melihat perkembangan atlet yang terus menunjukkan peningkatan dan performa yang baik. Kami berharap seluruh atlet dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah,” jelas Nasir optimis.

Guna mendukung operasional Pelatda hingga hari pelaksanaan, KONI KSB telah mengusulkan anggaran sebesar Rp14 miliar. Dana tersebut dialokasikan secara strategis untuk memastikan gizi atlet, peralatan latihan, hingga operasional 41 cabor. (Andini)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button