Jalan Banyu Urip Rusak Berbulan-bulan, Pemkab Lombok Barat Klaim Perbaikan Dimulai Mei atau Juni
Lombok Barat (NTBSatu) – Keluhan warga terkait kerusakan jalan di Banyu Urip yang tak kunjung tertangani sejak Februari, akhirnya mendapat kejelasan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat memastikan perbaikan segera dilakukan. meski saat ini masih berada pada tahap administrasi.
Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat, Lalu Ratnawi menjelaskan, penanganan jalan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan.
Hal ini lantaran kerusakan yang terjadi bukan sekedar pada permukaan jalan. Tetapi juga menyangkut struktur penahan atau talud yang mengalami ambles akibat banjir besar.
“Ini yang dikerjakan aspalnya saja. Taludnya yang bermasalah karena akibat dampak banjir sebelumnya yang sangat tinggi debitnya itu yang menyebabkan longsor,” jelas Ratnawi kepada NTBSatu, Minggu, 12 April 2026.
Ia mengungkapkan, sebelumnya jalan tersebut sempat diaspal. Namun, tak lama berselang, banjir dengan debit tinggi kembali menerjang kawasan tersebut hingga menyebabkan bagian talud ambruk dan berdampak pada badan jalan.
“Jadi, setelah di aspal baru terjadi banjir yang sangat besar mengakibatkan amblesnya sisi taludnya,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat penanganan harus difokuskan terlebih dahulu pada perbaikan talud, sebelum dilakukan pengaspalan ulang. Jika tidak, risiko kerusakan berulang akan terus terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
“Sekarang lagi tahap penyelesaian administrasi dulu baru kita bangun taludnya terus langsung di aspal,” katanya.
Berkoordinasi dengam Balai Jalan Nasional
Ratnawi juga memastikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional terkait penanganan tersebut. Saat ini, proses yang berjalan adalah tahapan Engineering Preparation Level (EPL) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pekerjaan fisik.
Meski sempat menuai sorotan karena dinilai lambat, pemerintah daerah menegaskan, penanganan tetap berjalan sesuai prosedur dan perencanaan teknis.
“Tahun ini akan clear Insyaallah, sekitar bulan Mei Juni sudah mulai action,” tegasnya.
Ia pun berharap masyarakat dapat memahami bahwa proses penanganan infrastruktur. Khususnya yang terdampak bencana, membutuhkan tahapan yang matang agar hasilnya tidak bersifat sementara.
Dengan perbaikan yang menyasar akar persoalan, yakni talud penahan, jalan Banyu Urip nantinya dapat bertahan lebih lama dan tidak lagi mengalami kerusakan berulang setiap musim hujan. (Zani)



