Seorang Wanita di Lombok Tengah Meninggal Dunia Tertimpa Pohon Tumbang
Lombok Tengah (NTBSatu) – Seorang wanita berinisial NKS (39) dilaporkan meninggal dunia tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Dusun Pinggal Bedok, Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah, pada Jumat, 3 April 2026.
Peristiwa nahas tersebut terjadi karena adanya cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan angin kencang yang melanda wilayah setempat.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi mengonfirmasi adanya kejadian pohon tumbang yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor.
“Benar, pada hari Jumat sekitar pukul 12.30 Wita telah terjadi peristiwa pohon tumbang yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 3 April 2026.
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula saat korban melintas menggunakan sepeda motor tidak sempat menyelamatkan diri, saat sebuah pohon besar di pinggir jalan tumbang menimpanya.
Berdasarkan keterangan dari Lalu Brata, saksi pertama, Harmayanti (39) yang tinggal di sekitar lokasi kejadian mengaku, sempat mendengar suara benturan keras dari arah jalan raya.
Saat hendak keluar memeriksa sumber suara, ia justru mendapati korban sudah tergeletak tidak sadarkan diri di badan jalan.
Saksi kemudian meminta pertolongan pada warga sekitar. Bersama seorang anggota Badan Keamanan Desa (BKD) bernama Sarapudin, warga setempat melakukan pengamanan terhadap barang-barang milik korban sebelum menghubungi pihak keluarga.
Sekitar pukul 13.00 Wita, suami korban bersama keluarga tiba di lokasi kejadian. Mereka meminta agar NKS langsung dibawa ke rumah duka, karena diperkirakan sudah meninggal dunia.
“Atas permintaan suami, korban langsung dibawa menuju rumah duka karena diperkirakan sudah meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP),” lanjutnya.
Analisis Cuaca dan Penanganan
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, tercatat cuaca ekstrem pada Jumat siang mengakibatkan setidaknya empat pohon tumbang di Kecamatan Praya Tengah.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Sadimin mengatakan, pihaknya telah menerjunkan personel gabungan dari TNI/Polri, BPBD, Dinas Perkim hingga Pemadam Kebakaran. Tujuannya, untuk melakukan asesmen dan pembersihan material di lokasi.
”Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode puncak musim hujan. Pada dasarian I April 2026, terdapat peluang hujan dengan intensitas di atas 50 milimeter per dasarian mencapai 90 persen di sebagian besar wilayah,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari BMKG, BPBD NTB mengeluarkan peringatan khusus untuk wilayah Mataram, Lombok Tengah, dan Lombok Timur terkait potensi hujan sangat lebat.
Sadimin juga mengimbau agar masyarakat bisa ekstra waspada, terutama saat berada di jalur yang memiliki pohon tinggi di tengah cuaca ekstrem. (Inda)


