Diskominfo Catat Sistem Informasi 46 Desa di Lombok Tengah Tidak Aktif
Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lombok Tengah mencatat, Sistem Informasi Desa (SID) di 46 desa tidak aktif.
Kondisi ini menjadi catatan serius dalam upaya keterbukaan informasi publik di tingkat desa. Hal ini mengingat peran penting platform digital menjadi jembatan utama antara pemerintah dan masyarakat.
Kepala Diskominfo Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Herdan, M.Si., menyampaikan, SID merupakan upaya memberikan informasi desa pada masyarakatnya sendiri.
“Ini adalah salah satu upaya kita untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara luas, terkait dengan berbagai aktivitas kegiatan yang ada di desa,” katanya kepada NTBSatu, Selasa, 31 Maret 2026.
Dari hasil monitoring dan evaluasi berbasis sistem (monev), Lalu Herdan menemukan puluhan laman resmi desa yang tidak beroperasi hingga tidak melakukan pembaharuan data.
Saat ini, status ketidakaktifan sudah pihaknya petakan. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah mengaku harus melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui akar masalah di setiap desa.
Lalu Herdan sementara ini menduga, macetnya operasional SID ini akibat keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tingkat desa.
Hal ini cukup ia sayangkan, mengingat infrastruktur website difasilitasi secara penuh oleh Pemkab Lombok Tengah. Perangkat desa hanya perlu melakukan pembaharuan data secara berkala.
“Mungkin SDM yang di masing-masing desa itu belum ada atau yang tidak aktif gitu,” lanjutnya.
Meski begitu, Lalu Herdan memastikan, alur koordinasi teknis dari desa ke kabupaten tetap berjalan melalui mekanisme permintaan data langsung. Tetapi, kondisi ini memicu hilangnya peluang besar dalam memanfaatkan media digital untuk edukasi dan transparansi anggaran maupun program desa.
Pemkab Lombok Tengah juga berencana untuk melakukan pemantauan perkembangan dari laman-laman tersebut. Langkah bimbingan teknis akan diambil untuk memastikan media berfungsi, jika tidak kunjung ada perubahan.
“Kita akan memberikan bimbingan. Bimbingan supaya ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya media yang ada ini, untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat,” tegasnya. (Inda)



