Pemerintah Buka Opsi WFH hingga Mode Hemat Energi Imbas Konflik di Timur Tengah
Jakarta (NTBSatu) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hasil rapat koordinasi yang membahas dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.
Sejumlah kebijakan strategis, mulai dari pengaturan work from home (WFH) hingga usulan penghematan energi nasional, turut menjadi pembahasan.
Melalui unggahan Instagramnya @airlanggahartarto_official, Minggu, 29 Maret 2026, rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait langkah-langkah kebijakan ekonomi di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Dalam rapat ini dibahas berbagai langkah strategis. Mulai dari pengaturan Work From Home secara adaptif. Efisiensi anggaran yang lebih tepat sasaran, penguatan kebijakan B50, hingga usulan penghematan energi nasional,” tulis Airlangga.
Ia menjelaskan, pihaknya tekah mengakaji seluruh kebijakan tersebut secara komprehensif dengan mempertimbangkan dinamika konflik di Timur Tengah.
“Seluruhnya telah kami kaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan perkembangan konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian global yang berdampak pada stabilitas energi, rantai pasok, serta perekonomian nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Airlangga memastikan pemerintah akan merancang setiap kebijakan secara terukur dan responsif guna menjaga stabilitas nasional.
“Pemerintah berkomitmen memastikan setiap kebijakan berjalan secara terukur dan responsif. Guna menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)



