Lombok Timur

Selain Terima Kritikan dari Menteri KKP, Pemkab Lotim Fasilitasi SPBN bagi Nelayan

Lombok Timur (NTBSatu) – Fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim), mendapat kritikan dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono saat kunjungannya pada Jumat, 27 Februari 2026. Dalam peninjauan tersebut, Menteri KKP memberikan sejumlah catatan kritis terhadap fasilitas yang telah selesai, namun belum tertata optimal.

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah Lotim, Drs. Muhammad Juaini Taofik, M.AP., menilai, kritik tersebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan kementerian sebagai fasilitator program.

‘’Walaupun kemarin ada kritikan, menurut saya wajar dilakukan cek and ricek. Termasuk karena itu wewenangnya. Program ini kewenangan KP,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 2 Februari 2026.

Menurutnya, perhatian langsung termasuk melalui catatan kritis dari Menteri KKP itu menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan Kampung Nelayan Merah Putih serta pemberdayaan nelayan di Lombok Timur.

Catatan tersebut, lanjut  Juaini, justru menjadi pijakan untuk penyempurnaan program, termasuk rencana penambahan fasilitas penunjang dan penguatan perlindungan bagi nelayan.

“Itu juga bagus artinya ada perhatian baik dan juga jaminan pemberdayaan dan keberlanjutan,” jelasnya.

Pemkab Ajukan SPBN dan Lokasi Baru di Tanjung Luar

Dari itu, Pemkab Lombok Timur memastikan akan menindaklanjuti evaluasi tersebut. Termasuk, dengan rencana penambahan fasilitas penunjang seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bagi Nelayan (SPBN).

‘’Di sisi lain akan ada penambahan fasilitas dengan hadirnya SPBN, supaya nelayan juga terjamin kebutuhannya, terutama bahan bakar,’’ katanya.

Selain itu, Pemkab Lotim juga mengajukan penambahan lokasi Kampung Nelayah Merah Putih tahun ini, setelah Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru sebagai lokasi pertama pada 2025 dengan dukungan hibah aset daerah.

“Di tahun 2025 pertama terpilih Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru ini. Di sana ada aset pemda (pemerintah daerah) seluas 1 hektare yang kemudian dihibahkan untuk bangun ini,” jelasnya.

Lokasi baru yang berjarak 27 kilometer dari lokasi pertama itu strategis untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kedua. Lanjut Juaini, langkah itu Pemkab gunakan untuk terus menekan 13 persen angka kemiskinan Lombok Timur.

“Di tahun 2026 ini akan ada penambahan lokasi yang diajukan Pemkab di Tanjung Luar, Kecamatan Keruak,” tambahnya. (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button