Tentara Meksiko Bunuh Raja Narkoba “El Mencho” hingga Berujung Situasi Kaos
Mataram (NTBSatu) – Tentara Meksiko membunuh pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias “El Mencho” pada Minggu, 22 Februari 2026 waktu Meksiko.
Kementerian Pertahanan menjelaskan, Oseguera Cervantes mengalami luka dalam operasi penangkapan di Tapalpa, Jalisco, lalu meninggal dunia saat proses evakuasi menuju Mexico City.
Kematian tokoh paling berpengaruh dalam jaringan narkoba Meksiko itu memenggal struktur kepemimpinan kartel paling kuat, sekaligus memicu kekacauan luas di berbagai wilayah negara.
Pemerintah Meksiko menempatkan El Mencho sebagai target utama untuk menunjukkan komitmen pemberantasan kartel narkoba kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Namun, anggota CJNG langsung merespons dengan aksi balasan berskala besar usai operasi tersebut.
Melansir APNews pada Selasa, 24 Februari 2026, otoritas mencatat pembakaran kendaraan dan pemblokiran jalan pada lebih dari 250 titik di 20 negara bagian. Asap tebal menyelimuti sejumlah kota, termasuk Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco.
Warga memilih berlindung di rumah, sementara sekolah meliburkan aktivitas belajar pada Senin. Laporan resmi menyebut sedikitnya 14 orang tewas, termasuk tujuh anggota Garda Nasional.
Aksi balasan CJNG berlangsung selama berjam-jam dengan taktik blokade jalan menggunakan kendaraan terbakar. Video media sosial memperlihatkan asap pekat menyelimuti Puerto Vallarta dan kepanikan warga di bandara Guadalajara.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, meminta warga tetap di rumah, menghentikan transportasi publik, dan menyebut wilayah tersebut berada dalam “jam-jam kritis”.
Alasan Kabar ‘Baik’ Berujung Kaos
Kematian bos kartel sering tampak sebagai kabar baik bagi publik. Namun, realitas menunjukkan dampak sebaliknya karena sejumlah faktor strategis dalam dinamika kejahatan terorganisasi. Berikut ini alasan mengapa kabar baik ini berujung pada kekacauan:
1. Kekosongan Kekuasaan Memicu Eskalasi Kekerasan
Melansir Jurnal Organized Criminal Violence and Leadership Decapitation in Latin America’s Drug Wars karya Patrick J. Burke, penangkapan atau pembunuhan pemimpin kartel berkorelasi dengan peningkatan angka kematian akibat bentrokan antara kartel dan aparat negara.
Penghilangan tokoh utama memicu aksi balasan untuk menunjukkan kekuatan dan mempertahankan reputasi organisasi kriminal.
2. Fragmentasi Organisasi Memperparah Konflik Internal
Penghilangan pemimpin utama sering memecah struktur kartel menjadi faksi-faksi yang saling bersaing. Perpecahan internal mendorong konflik antar kelompok kecil yang muncul dari organisasi induk.
Fenomena ini meningkatkan kekerasan intra-kartel dan inter-kartel, terutama dalam beberapa bulan setelah kematian pemimpin utama.
3. Rival Memanfaatkan Kekosongan Wilayah dan Pasar
Ketika figur dominan seperti El Mencho hilang, kelompok rival segera berusaha merebut wilayah strategis dan jalur perdagangan narkotika. Burke dalam International Journal on Drug Policy mencatat, penghilangan pimpinan sering diikuti lonjakan konflik antar organisasi kriminal akibat perebutan kendali pasar.
Kombinasi faktor tersebut menjelaskan mengapa kematian El Mencho tidak langsung membawa stabilitas, melainkan memicu gelombang kekerasan baru yang mengguncang Meksiko. (*)



