Jalan Rusak Renggut Nyawa Balita di Bima, Pemuda Desak Percepatan Program Jalan Daerah
Jakarta (NTBSatu) – Masyarakat Langgudu Selatan, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, mendesak percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Guna meningkatkan pelayanan kesehatan dan konektivitas antarwilayah.
Kondisi jalan yang rusak parah dan sulit dilalui dinilai menghambat mobilitas warga. Serta, membahayakan keselamatan masyarakat, terutama dalam situasi darurat medis.
Desakan tersebut menguat setelah peristiwa tragis di Desa Pusu pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Seorang balita dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju puskesmas tingkat kecamatan.
Korban sempat mendapat penanganan medis. Namun, akhirnya meninggal di perjalanan karena kendaraan terjebak lumpur di jalan rusak, sehingga memperlambat proses evakuasi.
Hal itu Tokoh Pemuda Langgudu Selatan, Muaidin ungkapkan. Ia menilai, peristiwa tersebut menjadi bukti nyata keterbatasan infrastruktur jalan di kawasan tersebut bukan sekadar persoalan pembangunan daerah. Melainkan, telah menjadi persoalan kemanusiaan yang berdampak langsung pada keselamatan jiwa warga.
“Peristiwa ini menunjukkanburuknya akses jalan bukan hanya soal pembangunan, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat. Ini sudah menjadi masalah kemanusiaan,” ujar Muaidin saat memberikan keterangan kepada NTBSatu, Sabtu, 14 Februari 2026.
Fungsionaris Pengurus Besar HMI di Jakarta tersebut menuturkan, kondisi jalan berlumpur saat musim hujan dan berbatu telah lama menjadi keluhan warga. Selain menghambat layanan kesehatan, situasi tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, serta distribusi kebutuhan pokok masyarakat.



