Jalan Rusak Renggut Nyawa Balita di Bima, Pemuda Desak Percepatan Program Jalan Daerah
Dorong Percepatan Lewat Program Nasional
Menyikapi kondisi itu, Muaidin meminta pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Bima, agar menghadap Pemerintah Pusat untuk mendorong perhatian serius terhadap pembangunan jalan di kawasan Langgudu Selatan.
Ia menyarankan, agar pemerintah daerah mengusulkan percepatan pembangunan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan skema Program Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Program Inpres Jalan Daerah dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kualitas jalan yang berperan vital dalam pelayanan dasar masyarakat. Termasuk, akses kesehatan dan konektivitas wilayah terpencil,” katanya.
Menurut eks Ketua Umum HMI Cabang Bima itu, pembangunan jalan di Langgudu Selatan layak menjadi prioritas nasional. Sebab, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang aman dan layak.
Ia menilai, perbaikan infrastruktur tidak hanya meningkatkan pelayanan publik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat integrasi wilayah di Kabupaten Bima.
Ia berharap, peristiwa meninggalnya balita di Desa Pusu menjadi momentum evaluasi bersama bagi pemerintah daerah dan pusat agar percepatan pembangunan jalan segera direalisasikan.
“Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang hanya karena akses jalan yang tidak memadai,” ujarnya.
Sebagai informasi, seorang balita berusia 2 tahun di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Monta. Mobil yang membawanya terjebak lumpur akibat kondisi jalan rusak parah.
Peristiwa bermula saat orang tua membawa korban dan saudara kembarnya ke Pustu pada Jumat, 13 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 Wita dengan keluhan keracunan. Tim medis Pustu langsung melakukan penanganan pertama terhadap dua balita itu.
Mobil yang terjebak lumpur baru tiba di Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) sekitar pukul 23.00 Wita. Korban langsung dirujuk, tetapi kondisi jalan sangat rusak. Sekitar pukul 01.30 dini hari, di jalan yang rusak parah dan masih jauh dari Puskesmas, korban meninggal dunia dalam perjalanan. (*)



