Bukan Sarjana, Lulusan SD Justru Dominasi Tenaga Kerja Indonesia
Mataram (NTBSatu) – Lulusan Sekolah Dasar (SD) masih mendominasi struktur tenaga kerja Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional pada November 2025 menunjukkan, kelompok pendidikan dasar menempati posisi teratas sebagai penyumbang pekerja nasional.
Fakta ini menegaskan, pasar kerja Indonesia masih bertumpu pada tenaga kerja berpendidikan rendah, bukan lulusan perguruan tinggi.
BPS mencatat, 51,22 juta orang dari total 155,27 juta angkatan kerja berasal dari latar belakang pendidikan SD ke bawah. Angka ini setara dengan 34,63 persen tenaga kerja nasional.
Posisi berikutnya ditempati lulusan SMA, SMP, lalu SMK yang menunjukkan distribusi pendidikan menengah dalam komposisi pekerja Indonesia.
Pekerja berpendidikan tinggi menempati posisi terakhir. BPS melaporkan lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 hanya mencapai 13,01 persen dari total penduduk bekerja. Persentase ini turun 0,3 persen poin dibanding laporan Agustus 2025, sehingga kontribusi pendidikan tinggi dalam dunia kerja belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Penurunan persentase juga terjadi pada pekerja lulusan SD dan SMA. BPS mencatat penurunan sebesar 0,12 persen poin pada lulusan SD ke bawah dan 0,19 persen poin pada lulusan SMA. Sebaliknya, jenjang SMP dan SMK mencatat peningkatan proporsi pekerja.



