Pemerintahan

BKSDA NTB Tanggapi Teror Monyet Liar di Desa Pandan Indah, Minta Masyarakat Tetap Waspada

Mataram (NTBSatu) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, menanggapi peristiwa serangan monyet liar di Desa Pandan Indah, Kabupaten Lombok Tengah.

Menurut keterangannya, pihak BKSDA belum menerima laporan tertulis secara resmi, namun sudah mengerahkan tim menuju ke lokasi kejadian.

Peristiwa ini bermula saat warga Desa Pandan Indah bernama Rema (50) terkena gigitan monyet liar, hingga harus mendapat perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, pada Jumat, 23 Januari 2026 lalu. Kejadian ini langsung memicu kepanikan publik akan adanya serangan susulan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA NTB, Tri Endang Wahyuni menyatakan hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait kasus gigitan monyet liar.

IKLAN

Meski demikian, BKSDA tetap menunjukkan langkah proaktif dengan mengirimkan petugas untuk melakukan pemantauan situasi di Desa Pandan Indah.

“Laporan (resmi) sebenarnya belum ada masuk ke kami. Tapi petugas sudah turun ke sana untuk mengecek kondisi lapangan,” katanya kepada NTBSatu, Senin, 26 Januari 2026.

Sedangkan untuk desakan dari warga untuk segera melakukan evakuasi dan pengamanan monyet liar, pihak BKSDA meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kekondusifan.

Apalagi untuk penanganan satwa liar yang meresahkan penduduk, perlu pertimbangan yang matang. Serta, tidak bisa selesai dengan asal-asalan, tanpa melihat dampak bagi warga atau satwa.

“Kan nggak bisa langsung diselesaikan, kami pikir dulu,” lanjutnya.

Menunggu putusan dan langkah permanen, Tri Endang mengimbau warga Pandan Indah tetap waspada dan tenang. Serta, berharap tidak melakukan sesuatu yang bersifat provokatif terhadap monyet liar.

“Sementara petugas masih mengimbau jangan mengganggu monyet, karena akan diserang balik. Jangan kasih makan monyet,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Pandan Indah, Maksum beserta anggota keluarga korban berharap tindakan cepat dari pihak terkait. Mengingat, serangan monyat liar membuat korban terluka parah, bukan yang pertama kalinya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button