Jalur Sembalun Kembali Longsor, Pengendara Ekstra Waspada
Lombok Timur (NTBSatu) – Jalur wisata Pusuk Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, kembali mengalami tanah longsor setelah diguyur hujan berintensitas tinggi, Sabtu, Januari 2026.
Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian bahu jalan, sehingga arus lalu lintas menuju kawasan Sembalun sempat terganggu.
Kapolsek Sembalun, Iptu Lalu Subadri, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 07.00 Wita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Sembalun langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat.
“Setibanya di TKP, tim gabungan segera membersihkan material longsor menggunakan alat seadanya agar kendaraan bisa melewati jalan tersebut,” ujar Iptu Subadri.
Petugas menduga longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, berkat respons cepat, pengendara sudah dapat mengakses kembali jalur Pusuk Sembalun secara terbatas.
Untuk mempercepat penanganan secara menyeluruh, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Balai Penanganan Jalan Nasional (BPJN) guna mendatangkan alat berat ke lokasi.
Langkah ini dilakukan agar sisa material longsoran dapat segera dievakuasi dan arus lalu lintas kembali normal.
Sebelumnya, jalur Pusuk Sembalun juga mengalami longsor pada Kamis pagi, 15 Januari 2026.
Saat itu, longsoran tanah menutup hampir seluruh badan jalan di pengkolan ketiga jalur bawah Pusuk menuju Sembalun, sehingga menyebabkan kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Camat Sembalun, Suherman, menyebutkan material longsor di lokasi tersebut cukup tebal dan menutupi sebagian besar ruas jalan.
Ia bersama aparat dan warga setempat langsung turun tangan melakukan pembersihan secara manual.
“Lokasi longsor berada di pengkolan ketiga, tepatnya di bawah Pusuk menuju Sembalun. Materialnya menutup hampir seluruh jalan, sehingga kami bersama aparat dan masyarakat membersihkannya dengan peralatan seadanya,” kata Suherman.
Pihak berwenang mengimbau pengendara untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Pusuk Sembalun. Terutama saat kondisi cuaca buruk dan hujan dengan intensitas tinggi. (*)



