BREAKING NEWS

Tiga Gunung Api di NTB Kompak Aktif, Status Level II Waspada

Mataram (NTBSatu) – Tiga gunung api di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini berada pada Level II (Waspada), seiring peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi hampir bersamaan. Gunung Rinjani, Gunung Tambora, dan Gunung Sangeang Api menjadi tiga gunung yang mengalami kenaikan status.

Laporan Pusdalops Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB pada Senin, 30 Maret 2026 mencatat, ketiga gunung tersebut sudah berada pada status waspada. Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika aktivitas magma, serta peningkatan kegempaan yang perlu mendapat pengawasan ketat.

IKLAN

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB, Sadimin menegaskan, status ini menunjukkan adanya perubahan aktivitas gunung yang mulai terlihat secara nyata. “Status level kedua dikenal dengan sebutan waspada. Pada status ini, gunung api mengalami kegiatan berupa dinamika yang akan terlihat secara visual,” ungkapnya kepada NTBSatu pada Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas dapat teridentifikasi melalui sejumlah indikator yang bisa diamati secara langsung di lapangan.

“Ciri yang muncul dan dapat diamati misalnya terlihat secara langsung adanya peningkatan jumlah asap atau perubahan berdasarkan hasil pemeriksaan kawah. Kemudian, adanya aktivitas seismik yang meningkat, dan muncul berbagai gejala vulkanik lainnya,” tambahnya.

Sadimin juga mengingatkan, potensi erupsi tetap perlu diwaspadai, meskipun sifatnya masih terbatas dan belum mengarah pada aktivitas besar. Ia menilai, kemungkinan yang muncul saat ini lebih berskala kecil dengan dampak yang cenderung lokal di sekitar kawah.

“Ciri lain yang akan muncul mungkin berupa gangguan magmatik atau hidrotermal yang muncul, tetapi tetap tidak berada dalam kondisi akan mengalami erupsi besar dalam waktu dekat,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kewaspadaan lebih tinggi. Menurutnya, langkah antisipasi penting dengan menjauhi area rawan, terutama sekitar kawah.

“Masyarakat sekitar bisa saja melakukan kegiatan seperti biasa. Tetapi yang perlu diingat adalah kewaspadaan harus ditingkatkan, dan menghindari aktivitas di sekitar kawah sambil memantau perkembangan,” tutupnya.

Hasil Pengamatan Visual Gunung Api

Melansir laman resmi Magma Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI pada Selasa, 31 Maret 2026, menunjukkan kondisi Gunung Rinjani di Lombok Timur tampak jelas hingga tertutup kabut tipis.

Pengamatan tidak menemukan asap kawah dan cuaca berkisar cerah hingga mendung dengan arah angin menuju Timur dan Barat.

Selanjutnya, Gunung Tambora di wilayah Kabupaten Dompu juga tampak jelas hingga tertutup kabut. Cuaca berlangsung cerah hingga hujan dengan arah angin menuju Utara dan Barat.

Sementara itu, Gunung Sangeang Api di Kabupaten Bima terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Pengamatan tidak menemukan asap kawah. Cuaca berkisar cerah hingga berawan dengan arah angin menuju Timur dan Tenggara.

Aktivitas Kegempaan dan Potensi Vulkanik

Catatan kegempaan Gunung Rinjani memperlihatkan satu gempa hembusan dengan amplitudo 3 milimeter selama 39 detik. Magma ESDM RI juga mencatat satu gempa harmonik berdurasi 54 detik, dua gempa tektonik lokal, serta tujuh gempa tektonik jauh dengan amplitudo hingga 18 milimeter.

Gunung Tambora mencatat satu gempa guguran berdurasi 16 detik. Aktivitas vulkanik dalam mencapai 16 kali dengan amplitudo hingga 55 milimeter. Selain itu, petugas mencatat 15 gempa tektonik lokal dan 9 gempa tektonik jauh.

Kemudian, Gunung Sangeang Api mencatat dua gempa guguran dengan amplitudo 8–10 milimeter. Aktivitas vulkanik dalam terjadi sebanyak 15 kali, dengan delapan gempa tektonik lokal dan empat gempa tektonik jauh. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button