Seorang Anak SD di Lombok Timur Diduga Jadi Korban Perundungan, Alami Demam hingga Lumpuh
Kaki Bengkak dan Tubuh Memar
Setelah didesak, korban akhirnya mengaku, kaki kirinya diinjak oleh salah satu temannya di lingkungan sekolah. “Awalnya saya kira sakit biasa. Tapi setelah satu hari tidak bisa jalan, saya tanya kenapa kakinya bisa seperti itu,” ujar Supriadi, Rabu, 4 Februari 2026.
Selain pembengkakan pada kaki kiri, keluarga juga menemukan bekas memar di beberapa bagian tubuh korban. Karena kondisinya terus menurun, MHASF sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke ruang bedah RSUD Selong.
“Kami masih menunggu hasil rontgen, apakah perlu operasi atau tidak,” tambah Supriadi.
Terkait penanganan di tingkat sekolah, pihak keluarga mengaku kecewa. Supriadi menilai, respons pihak sekolah lambat dan tidak memberikan kejelasan.
Ia mengunggah kejadian tersebut ke media sosial Facebook sebagai bentuk upaya mencari perhatian dan keadilan. Namun, justru mendapat respons defensif dari pihak sekolah.
“Kami sudah coba komunikasi, tapi tidak ada jawaban jelas. Setelah saya unggah di Facebook, pihak sekolah baru datang, tapi malah mempermasalahkan postingan itu,” tuturnya.
Sementara itu, Polsek Pringgabaya memastikan kasus dugaan perundungan anak tersebut telah masuk dalam penanganan kepolisian. Aparat tengah melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan saksi-saksi untuk mengungkap kronologi kejadian di lingkungan sekolah. (*)



