447 Titik PJU Terpasang, Jalan Provinsi Belum Sepenuhnya Terang
Mataram (NTBSatu) – Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB), sudah menuntaskan pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) pada sejumlah titik di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB, Ervan Anwar mengatakan, total PJU yang sudah terpasang sebanyak 447 titik. Pemasangan tersebut di berbagai lokasi strategis dengan sebaran titik yang berbeda-beda di setiap daerah.
“Sudah selesai semua (pemasangannya) yang sudah kita tangani. Pemasangannya di semua kabupaten dan kota,” kata Ervan kepada NTBSatu, Senin, 5 Januari 2026.
Secara keseluruhan, lanjut Ervan, panjang jalan provinsi di NTB mencapai sekitar 1.439 kilometer. Dengan panjang jalan itu, idealnya setiap satu kilometer jalan seharusnya dilengkapi sekitar 20 titik lampu dengan jarak antarlampu sekitar 50 meter. Dengan hitungan ini, NTB masih butuh banyak PJU untuk menerangi seluruh jalan provinsi di NTB.
“Kalau kebutuhan masih banyak, tapi untuk tahun 2025 ini sudah selesai kita pasang,” ujarnya.
Namun demikian, keterbatasan anggaran membuat pemasangan secara bertahap dan menyesuaikan dengan kebutuhan prioritas. Adapun prioritas pemasangan pada jalur-jalur strategis yang menghubungkan destinasi pariwisata dan jalur provinsi, seperti kawasan Kuta dan Mandalika. Hal ini guna mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menunjang sektor pariwisata.
“Kalau kebutuhan tentu masih banyak, tapi kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran. Tapi yang paling urgen itu kita fokuskan pada jalur pariwisata,” jelasnya.
Lampu jalan yang pemerintah pasang, lanjut Ervan, menggunakan teknologi tenaga surya sehingga minim konsumsi listrik. Harga satuannya relatif mahal, sekitar Rp40 juta per unit.
“Namun bisa saja berkurang tergantung hasil penawaran, lampu ini memiliki garansi hingga lima tahun dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan jika terjadi kerusakan,” ungkapnya.
Titik Pemasangan PJU di Lombok dan Sumbawa
Sebagai informasi, pendanaan program ini sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi NTB. Besaran anggarannya sekitar Rp19 miliar. Sementara sejumlah titik lainnya juga dipasang oleh instansi pendukung, seperti Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Untuk Pulau Lombok, pemasangan PJU di sejumlah ruas prioritas, antara lain ruas Jalan Rembiga – Pemenang 20 titik, Jalan Kediri – Praya sebanyak 47 titik. Selanjutnya, Jalan Wakul – Ketangga 23 titik, Jalan Praya – Kurak 40 titik, Jalan Phuta – Mula 40 titik. Lalu, Jalan Kuta – Mt. Ajang 20 titik dan Jalan Tanjung Teros – Korleko – Pringgabaya 50 titik.
Sementara itu di Pulau Sumbawa pemasangan PJU di Jalan Sultan Kaharuddin Sila sebanyak 20 titik. Jalan Imam Bonjol Dompu 21 titik, Jalan Sila – Bano Bima 20 titik. Kemudian, Jalan Sila – Bajo Bima 1 titik, Jalan Talabiu – Simpasai Kabupaten Bima 18 titik. Lalu, Jalan Karumbu – Sape Kabupaten Bima 20 titik dan Jalan Tawali – Sape Bima 23,7 titik.
Terkait potensi pencurian fasilitas PJU, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dengan meningkatkan pengawasan. Patroli rutin akan digencarkan oleh aparat terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Tidak mungkin menjaga setiap tiang lampu, tapi minimal ada pengawasan dan patroli rutin,” tutupnya. (*)



