Plt. Kades Sakra Saling Tantang dengan Warga saat Demo
Lombok Timur (NTBSatu) – Aksi demonstrasi warga Dusun Borok Dalem Lauq, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, berakhir ricuh setelah Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa (Kades) Sakra terlibat adu argumen dan saling tantang dengan massa aksi, Senin, 5 Januari 2026.
Kericuhan pecah saat Plt. Kades Sakra, Zainul Arifin merespons teriakan warga yang menolak hasil seleksi Kepala Wilayah (Kawil).
Dalam situasi memanas, Zainul melontarkan pernyataan bernada tantangan di hadapan massa yang terdengar jelas dalam aksi saling tunjuk-tunjuk.
“Ketika saya bicara, saudara mengancam lagi untuk bakar-bakar, kan bukan begitu caranya. Saudara kan datang aksi baik-baik, jangan ancam bilang bakar-bakar,” ujarnya di hadapan pendemo.
Ia kembali menegaskan sikapnya dengan pernyataan yang semakin memicu emosi massa. “Jangan mengancam, kalau saudara kuat, saya juga berani, ya,” ucapnya, sebelum aparat kepolisian melerai ketegangan antara kedua belah pihak.
Massa Aksi Tolak Hasil Seleksi Kawil
Sebagai informasi, aksi demonstrasi tersebut bermula saat warga mendatangi Kantor Desa Sakra, untuk menyampaikan penolakan terhadap hasil seleksi Kawil Dusun Borok Dalem Lauq.
Massa menilai calon terpilih bukan warga asli Sakra, melainkan berasal dari luar desa, sehingga dinilai tidak memahami kondisi wilayah. Massa secara tegas menuntut, Kepala Desa Sakra memilih warga asli sebagai Kawil.
Menanggapi tuntutan tersebut, Plt. Kades Sakra, Zainul Arifin menegaskan. proses seleksi telah berjalan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menyebut, dasar hukum pengangkatan perangkat desa mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 67 Tahun 2017.
Menurutnya, regulasi tersebut mengatur syarat utama perangkat desa adalah warga negara Indonesia, serta memenuhi ketentuan kepemilikan KTP dengan persentase minimal 10 persen dari jumlah penduduk wilayah setempat.
Sementara itu, aparat kepolisian meminta seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menjaga keamanan wilayah agar situasi tidak semakin memanas. Kemudian, aparat kepolisian tampak siaga di lokasi untuk mengantisipasi kericuhan lanjutan.
Hingga aksi berakhir, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar Kantor Desa Sakra guna memastikan situasi tetap terkendali dan tidak terjadi aksi lanjutan. (*)



