Pendidikan

100 Siswa Miskin Lombok Barat Terdaftar di Sekolah Rakyat Pertama di NTB

Lombok Barat (NTBSatu) – Sebanyak 100 siswa diterima di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, NTB. Siswa yang terdaftar di Sekolah Rakyat pertama di NTB ini, berasal dari kalangan keluarga miskin.

Saat ini mereka sedang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak tanggal 14 hingga 19 Juli 2025. Para siswa yang terdaftar layaknya pelajar umumnya. Orang tua masing-masing mengantar mereka mendaftar sebagai siswa baru.

Namun ada yang berbeda dalam penerapan Sekolah Rakyat ini. Layaknya pondok pesantren, terdapat asrama untuk tempat menginap, lengkap dengan semua fasilitas. Seperti seragam, alat tulis, serta makan minum. Termasuk perlengkapan sehari-hari.

Sekolah mengutamakan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, menjadi solusi dan harapan baru memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Selain itu, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Lombok Barat.

“Untuk sistem perekrutannya diutamakan adalah dari masyarakat miskin ekstrem. Itu yang menjadi prioritas, dengan harapan mampu memutus mata rantai kemiskinan. Khususnya yang ada di Lombok Barat,” ujar Kepala SRMP 18 Lombok Barat, Satria Irwandi, S.Pd., M.Pd., Kamis, 17 Juli 2025.

IKLAN

Sekolah Rakyat ini berada di wilayah administratif Kabupaten Lombok Barat. Fokus sekolah, menerima 100 siswa yang tersebar dari 10 kecamatan di kabupaten tersebut. Terdiri 50 siswa putra dan 50 siswa putri.

“Ini berada di Lombok Barat karena wilayah domisili secara administratif (siswa) berada di Lombok Barat,” jelasnya.

Ajarkan Akademik dan Non Akademik

Bangunan Sekolah Rakyat Pertama di NTB SRMP 18 Lombok Barat
Salah satu bangunan SRMP 18 Lombok Barat yang berada di UPT Kementerian Sosial Sentra Paramita Mataram. Foto: Cahyatul Komala

Saat ini, sekolah masih menggunakan bangunan sementara di UPT Kementerian Sosial Sentra Paramita Mataram. Pembangunan gedung permanen akan segera mulai pada akhir Agustus atau awal september 2025 di atas lahan seluas 10 hektare di Kuripan, Lombok Barat.

Meski masih bersifat sementara, fasilitas sekolah ini telah memadai. Tersedia ruang kelas serta toilet, perpustakaan, UKS, lapangan olahraga seperti bulu tangkis, voli, dan basket.

Tak hanya akademik, siswa mendapat pelajaran mengenai kehidupan yang disiplin dan inklusif. Dengan pengaturan jadwal sehari-hari, mulai kegiatan belajar, ibadah, makan, hingga waktu istirahat.

IKLAN

Sebagai informasi, Presiden RI, Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos), mendirikan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah di Indonesia. Provinsi NTB terpilih sebagai salah satu daerah penyelenggara, dengan Kabupaten Lombok Barat menjadi lokasi pertama.

Program ini secara khusus memprioritaskan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, dengan kualifikasi desil satu dan desil dua dalam data Kemensos dan Badan Pusat Statistik (BPS). (*)

Cahyatul Komala

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button