Angka Obesitas Melonjak, Indonesia Masuk Lima Besar Asia Tenggara

Mataram (NTBSatu) – Menurut laporan World Obesity Atlas 2025 yang Federasi Obesitas Dunia (World Obesity Federation) rilis, jumlah orang dewasa dengan obesitas di dunia melonjak lebih dari 115 persen dari tahun 2010 hingga 2030. Yakni dari 524 juta menjadi 1,13 miliar jiwa.
Dalam laporan itu, disebutkan pula tingkat prevalensi obesitas di sejumlah negara, termasuk negara-negara Asia Tenggara.
Brunei Darussalam menempati posisi tertinggi dengan 35 persen penduduknya diperkirakan hidup dengan obesitas pada tahun 2025.
Malaysia menyusul di peringkat kedua dengan prevalensi 24 persen, disusul Thailand sebesar 17 persen dan Singapura sebesar 15 persen.
Sementara Indonesia berada di urutan kelima dengan estimasi 13 persen penduduk dewasa mengalami lonjakan. Filipina mencatat angka 10 persen, kemudian Laos 9 persen, Myanmar 8 persen, dan Kamboja 5 persen. Adapun Timor Leste dan Vietnam menjadi dua negara dengan prevalensi terendah di kawasan, masing-masing 3 persen dan 2 persen.
Obesitas didefinisikan sebagai kondisi ketika seseorang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) sebesar 30 kg/m2 atau lebih. Kondisi ini terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu obesitas kelas I dengan IMT 30–35 kg/m2 dan obesitas kelas II serta di atasnya dengan IMT lebih dari 35 kg/m2.
Data dalam laporan ini bersumber dari NCD-RisC yang dipadukan dengan proyeksi populasi dewasa dari United Nations Department of Economic and Social Affairs serta Population Division World Population Prospects 2024.
Peningkatan prevalensi yang begitu cepat ini merupakan sinyal peringatan keras bagi negara-negara di Asia Tenggara. Jika tidak segera mendapat atensi melalui kebijakan dan edukasi publik tentang gaya hidup sehat, maka risiko penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dan stroke akan semakin membebani sistem kesehatan nasional. (*)