Mataram (NTBSatu) – Masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran 2025 atau Idulfitri 1446 Hijriah, mulai terlihat di Terminal Mandalika sejak Jumat, 21 Maret 2025. Sekitar 1.265 pemudik telah berangkat hingga tanggal 22 Maret 2025.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB, Endi Suprasetio menjelaskan, kondisi mudik ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
“Data sementara dua hari ini ada peningkatan, khususnya bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Karena adanya libur panjang mulai dari H-10 Lebaran. Dan edaran dari Menpan RB untuk Work Form Anywhere (WFA) bagi para ASN,” jelasnya kepada NTBSatu, Minggu, 23 Maret 2025.
Sehingga pihaknya telah menyiapkan posko mudik lebih cepat daripada biasanya, yakni 10 hari sebelum lebaran.
“Jadi, kami antisipasinya memang harus menyiapkan angkutan H-10 untuk penyelenggaraan angkutan lebaran,” tambah Endi.
Adapun bus AKDP yang telah BPTD Kelas II NTB siapkan untuk mudik Lebaran 2025, sekitar 60 unit. Dengan harga tiket berdasakan kebijakan Dinas Perhubungan Provinsi NTB yang mengalami peningkatan sekitar 10 persen.
Meskipun mengalami kenaikan, Endi mengatakan, hal tersebut tidak mempengaruhi masyarakat melaksanakan mudik. Terlebih, hari raya Idulfitri sebagai momentum berkumpul serta melaksanakan salat bersama di kampung halaman.
Secara umum, lanjut Endi, pihaknya memprediksi puncak mudik Lebaran 2025 di Teminal Mandalika pada lima hari sebelum hari raya Idulfitri. Karena yang melaksanakan mudik lebih banyak berasal dari Sumbawa dan Bima.
“Sehingga, dua hari sebelum Idulfitri akan mengalami penurunan arus mudik. Kalau sehari sebelum lebaran, itu sudah habis,” tandasnya. (*)