Fahri Hamzah Usul ke Jokowi Terbitkan Perppu Hilangkan Pilgub, Alasannya Gubernur Bukan Jabatan Politik
Mataram (NTBSatu) – Politisi sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar segera menerbitkan Perppu untuk meniadakan pemilihan gubernur.
Menurut Fahri, posisi Gubernur bukanlah sebuah jabatan politik, melainkan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.
Untuk itu, perlu diatur agar tidak adanya pemilihan secara politik atau pemilihan bebas untuk jabatan Gubernur.
“Menyeret gubernur menjadi pejabat politik sama dengan menyeret Camat menjadi pejabat politik itu bisa bisa mengacaukan pembangunan di daerah ter-Politisasi dan menyebabkan stagnasi secara masif,” ujarnya dikutip NTBSatu dari media sosialnya, Rabu, 5 Juni 2024.
Baginya, sangat urgent Presiden Jokowi menetapkan bahwa Pilkada gubernur ditiadakan karena asasnya adalah dekonsentrasi bukan desentralisasi.
Berita Terkini:
- Prabowo: Kalau Pemerintah Dinilai Tidak Baik, Impeachment Tidak Jadi Masalah
- Mi6: Lindungi Sawah Penting, Tapi Kebijakan Jangan Abaikan Realitas Lapangan
- Dua Pejabat Lobar Masuk Nominasi 3 Besar Seleksi Eselon II Pemprov NTB
- Polisi Limpahkan Lagi Berkas Perkara Tersangka Dugaan Korupsi RSUD Sondosia Bima
- Kejari Dompu Serahkan Data Tiga Oknum Jaksa Diduga Peras Camat Pajo ke Kejati NTB
Sementara undang undang otonomi daerah mengatur desentralisasi di tingkat dua (kabupaten/kota) sementara di tingkat satu (provinsi) adalah dekonsentrasi yang merupakan pendelegasian kewenangan administratif belaka.
Di sisi lain, ia menilai pertumbuhan ekonomi hanya akan tercapai jika adanya normalisasi antara kekuasaan pusat dengan daerah.
“Pertumbuhan ekonomi 8 persen ke atas hanya mungkin dicapai dengan melakukan normalisasi hubungan antara kekuasaan pusat dan daerah dan juga di antara kekuasaan yang ada di daerah,” tandasnya. (ADH)



