Penumpukan Antrean Angkutan Sapi di Gili Mas Kembali Terjadi
Mataram (NTBSatu) – Penumpukan antrean angkutan sapi dari Bima di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat kembali terjadi. Penumpukan dikabarkan terjadi sejak Sabtu, 27 April 2024.
“Betul, sudah saya crosscheck ada penumpukan antrean angkutan sapi ke Surabaya di Gili Mas, Sabtu kemarin. Jumlahnya sekitar 50 angkutan,” ujar Ketua Asosiasi Pedagang dan Peternak Sapi Bima Jabodetabek, Furkan Sangiang, Selasa, 30 April 2024.
Pada hari Minggu, 28 April 2024, penumpukan yang terjadi itu telah dapat terurai. Hanya saja, penumpukan kembali terjadi pada keesokan harinya.
“Saya kira kemarin itu sudah berlalu dan saya crosscheck lagi ke teman-teman yang melakukan pengiriman ternyata ada penumpukan lagi. Prakiraannya ada 30 sampai 40-an angkutan sapi terjebak sekarang,” sambung Furqan.
Disebutkannya, alasan terjadinya penumpukan ini akibat keterbatasan kapal pengangkut yang jumlah armadanya tidak memenuhi.
“Kalau mengaca pada tahun lalu, informasinya karena keterbatasan kapal pengangkut yang jumlah armadanya tidak memenuhi. Kadang juga, ada kapal tetapi teman-teman petani tidak mengambil itu karena kapalnya tertutup. Kalau tertutup, kasian sapinya bisa mati,” jelas Furkan.
Berita Terkini:
- SBY Sebut Eskalasi Konflik Timur Tengah Bisa Jadi Titik Ledak Perang Global
- Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
- 200 Lebih Sekolah di Lombok Timur Masih Dipimpin Plt, Dinas Dikbud Siapkan Pemetaan Ulang
- Zulkieflimansyah Lepas 27 Awardee NTB Kuliah S1 dengan Beasiswa Penuh di Malaysia
- Siswa MAN Lombok Barat Diduga Tak Boleh Ujian karena SPP, Sekolah Tegaskan Tidak Ada Larangan
Sehingga, dirinya meminta kepada pemerintah untuk segera memberikan solusi dengan menambah armada berupa kapal yang terbuka, seperti feri. Terlebih lagi, kejadian seperti ini sudah sering terjadi dan selalu berulang setiap tahunnya.
“Seharusnya pemerintah berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, yang kondisinya selalu begini. Seharusnya ada antisipasi, karena kasihan teman-teman petani, mereka setiap tahun bawa sapi tetapi kejadiannya begini terus,” sesal Furkan.
Apalagi, angkutan yang mengalami penumpukan di Gili Mas saat ini, belum semua dari angkutan yang akan membawa sapi dari Bima menuju Jabodetabek. Maka, kalau terus dibiarkan, akan terjadi penumpukan yang banyak.
“Kami sangat berharap kepada Dinas Perhubungan untuk segera memberikan solusi, karena mohon maaf sapi di Bima itu bukan 1.000 atau 7.000 jumlahya. Sertam setiap tahun selalu ada pengiriman. Ini seharusnya dibaca oleh pemerintah,” tegas Furkan.
Dirinya sebagai koordinator asosiasi pun sangat berharap ada itikad kerja sama yang baik dilakukan pemerintah dalam hal ini.
“Paling tidak sebelum momentum Idulqurban ini, ada kesigapan di Pelabuhan Gili Mas untuk penyebrangan daripada sapi-sapi tersebut,” harap Furkan. (JEF)



