Kota Bima (NTBSatu) – Indonesia memang dikenal dengan tempat wisatanya yang memanjakan mata. Mulai dari pegunungan, daratan, hingga destinasi pantai yang memikat hati wisatawan.
Kota Bima misalnya, kota yang dikenal dengan julukan ‘Kota Tepian Air’ ini memiliki banyak destinasi yang ditawarkan kepada wisatawan yang datang.
Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima berencana menyulap kawasan jalan di depan Pondok Wisata Kolo, Kelurahan Kolo, Kota Bima, menjadi destinasi mirip Malioboro, Yogyakarta.
“Ini mimpi kita yang Insyaallah akan diimplementasikan bersama dengan Dinas Koperindag, Kelautan dan Perikanan, dan juga dengan teman-teman DLH Kota Bima,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bima, M. Natsir, dikonfirmasi NTBSatu, Jumat, 8 Maret 2024.
Bahkan, kata Natsir, destinasi yang akan dibangun nantinya, lebih menarik dan seru dibandingkan Malioboro. Sebab, di Malioboro tidak ada lautnya.
Berita Terkini:
- Gubernur Lalu Iqbal Bahas Peluang Investasi di NTB dengan Dubes RI untuk UEA
- 7 Destinasi Wisata Terbaik untuk Keluarga Selama Libur Lebaran 2025 Versi Kemenpar
- Resep Opor Ayam Putih Spesial untuk Lebaran Ketupat
- 6 Rekomendasi Wisata Alam Murah Dekat Mataram, Cocok untuk Libur Sekolah dan Lebaran
“Sepanjang jalan lebih kurang 500 meter itu akan diisi dengan berbagai macam kulineran, cendramata, kemudian ada juga sajian layanan atraksi di tepi pantai, bahkan kalau ada yang mau diving juga tersedia,” ungkapnya.
“Dan yang terpenting adalah kita akan mendorong kesiapan SDM lokal. Sehingga yang lebih banyak mengisi lapak-lapak dan membangun UMKM di tempat itu nantinya adalah masyarakat setempat,” tambahnya.
Adapun di sekitar area tersebut, sambungnya, sudah disiapkan untuk pemasangan paving block, juga sudah dirapikan oleh Dinas PUPR Kota Bima.
“Ke depan, jalan di area tersebut yang tadinya masih jalan umum, itu akan ditutup dan dibuatkan sekatnya,” ujarnya.
Dengan adanya destinasi baru ini, ujarnya, tentu diharapkan bisa menggaet Wisatawan Mancanegara (Wisman) atau Wisatawan Nusantara (Wisnus) untuk berkunjung ke Kota Bima. Dengan begitu, bisa menambah perputaran uang di Kota Bima.
“Ini semakin terlihat, apalagi dari teman-teman Pelindo mengatakan bahwa tahun ini sudah dipastikan kapal-kapal pesiar itu sudah mulai berlabuh,” pungkasnya. (MYM/*)