Ekonomi Bisnis

Fantastis, Indosat Raih Pendapatan Rp51,2 Triliun Selama 2023 

Mataram (NTBSatu) – Indosat Ooredoo Hutchison (IDX: ISAT) (“Indosat”, “IOH”, atau “Perusahaan”) melaporkan kinerja cemerlang dalam periode dua belas bulan yang berakhir pada 31 Desember 2023.

Indosat telah membukukan total pendapatan sebesar Rp51,2 triliun di sepanjang 2023, angka ini meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY).

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, kinerja keuangan dan operasional yang kuat ini menegaskan komitmen Indosat untuk terus mendorong kemajuan ekosistem industri telekomunikasi di Indonesia.

“Peka terhadap dinamika pasar, inovasi layanan yang berpusat pada teknologi, serta integritas pada keunggulan operasional tidak hanya menjadi kunci dalam menavigasi pertumbuhan bisnis namun turut memperbesar penciptaan nilai bagi para pemangku kepentingan kami,” jelas Vikram dalam Media Gathering, di Jakarta, Rabu, 7 Februari 2024.

IKLAN

Vikram memaparkan, pertumbuhan total pendapatan tersebut didorong oleh peningkatan kualitas pelanggan konsumen dan korporasi serta kinerja positif dari semua lini bisnis Perusahaan.

Berita Terkini:

Di antaranya, pendapatan Selular tumbuh 8,7 persen dibandingkan tahun lalu, disebabkan oleh peningkatan pendapatan Data dan Interkoneksi.

Adapun pendapatan Multimedia, Data Communication, and Internet (MIDI) naik 13,0n persen YoY ditopang oleh peningkatan pendapatan layanan IT dan Internet Tetap.

Selanjutnya, pendapatan Telekomunikasi Tetap juga melesat 28,4 persen YoY disokong oleh peningkatan pendapatan Telepon Internasional dan Jaringan tetap.

“Peningkatan pendapatan ini juga diikuti oleh optimalisasi biaya yang berdampak pada pertumbuhan positif pada EBITDA sebesar 23,0 persen YoY menjadi Rp23,9 triliun,” terang Vikram.

Indosat juga berhasil mencatat EBITDA margin yang dinormalisasi tumbuh solid sebesar 46,8 persen, meningkat 4,5 poin persentase YoY.

“Dengan capaian tersebut, Laba Normalisasi Periode Berjalan yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk mencapai Rp3,5 triliun dan tetap positif selama 3 tahun berturut-turut,”pungkasnya. (STA)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button