MotoGP

Saat MotoGP, UMKM Banyak yang Sepi Pembeli

Mataram (NTB Satu) – MotoGP Mandalika sudah selesai digelar. Rasa kagum dari berbagai kalangan, baik dari dalam dan luar negeri masih terdengar setelah sukses gelaran balap motor dunia ini. Tapi dibalik kesuksesan itu terdapat permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah daerah.

Lantaran pihak-pihak yang mengambil bagian seperti pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak sedikit yang gigit jari karena produk ataupun dagangannya tidak laku terjual. Itu bisa terjadi karena sepinya pengunjung di lokasi UMKM berjualan.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan bahwa persoalan ini harusnya tidak terjadi jika pemerintah melibatkan organisasi-organisasi besar dalam gelaran MotoGP ini.

“Misalnya Kadin tugasnya apa, IWAPI tugasnya apa. Ada organisasi HIPMI ada Organda dan semua organisasi-organisasi itu harus dilibatkan, supaya jika nantinya ada komplain maka dialah yang bertanggung jawab. Misalnya IWAPI diberikan tanggung jawab mengurus UMKM, tentu IWAPI akan melihat lokasinya, kedua apa yang dijual dan ketiga bagaimana UMKM ini dari rumahnya mencapai venue. Sehingga mendapat manfaat dari penyelenggaraan event,” kata Baiq Diyah, Kamis 24 Maret 2022 di Galeri Ratu Emas.

“Alurnya bagaimana, jualan dimana, Jadi jangan sampai lokasi UMKM itu tidak dilalui oleh penonton. Agar UMKM dapat jualan. Yang saya soroti juga adalah jumlah penonton MotoGP lebih dari 60 ribu tumpah di sana, tapi UMKM kita tidak terjangkau oleh mereka,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa dalam tiga hari, ada UMKM yang menjual hingga 10 juta rupiah dan itu tidak sesuai dengan jumlah penonton MotoGP yang mencapai lebih dari 60 ribu orang penonton, sedang persiapan UMKM tidak sedikit, baik waktu dan materi.

Ada juga UMKM anggota IWAPI dari Sumbawa Barat. Pukul 06.00 Wita sudah berangkat menuju venue, namun tak bisa masuk karena belum memiliki name take.

“Harusnya sebelum ke lokasi persiapannya penuh. Namun yang terjadi, kurang informasi yang diterima oleh UMKM. Akibatnya, UMKM merugi. Makanan kotak ratusan box tidak terjual,” ungkapnya.

Ratu Ganefi menyampaikan evaluasi setelah mendapatkan masukan – masukan dari UMKM anggotanya.

Hari pertama event MotoGP kata Ganefi, UMKM semuanya hampir tidak dapat jualan. Hari kedua terdapat penjualan tapi sedikit dan hari ketiga baru ada penjualan yang cukup baik.

Yang menjadi pertanyaan pihaknya juga adalah ada anggotanya yang menggelar pameran, bazar atau berjualan di luar Sirkuit Mandalika yakni di Islamic Center, Loang Baloq dan Taman Sangkareang.

“Di tiga lokasi itu SKPD apa yang melaksanakan, bagaimana kita kemudian melihat itu, siapa yang akan datang sebab gelarannya di Lombok Tengah kenapa tidak di Lombok Tengah saja itu digelar. Dari laporan yang masuk di tiga lokasi itu ada yang nol rupiah sebab tidak ada yang berbelanja. Kalau kita membuat satu kegiatan harus ada musiknya, lomba, ini sepi sekali, misalnya di Loang Baloq, UMKM tidur dari buka sampai tutup,” imbuhnya.

Oleh karena itu perlu pemerintah daerah jangan hanya membuat kegiatan yang akan membuat pelaku UMKM tidak mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. (ABG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button