NasionalPolitik

Dian Sandi Gagas Jokowi Institute, Fokus Pendidikan Politik dan Gagasan Kebangsaan

Mataram (NTBSatu) – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama menggagas pendirian Jokowi Institute. 

Ia mengatakan, gagasan tersebut muncul setelah melihat banyaknya respons masyarakat di media sosial yang menyatakan ketertarikan untuk belajar dari pengalaman dan cara Jokowi menghadapi berbagai persoalan.

“Banyak yang menulis, seandainya Pak Jokowi membuka kelas, mereka ingin ikut belajar,” ujar Dian kepada NTBSatu, Jumat, 25 September 2026. 

IKLAN

Ia mengatakan, jika terealisasi Jokowi Institute akan menjadi wadah untuk mengembangkan pemikiran, gagasan kebangsaan, dan pendidikan politik yang terinspirasi dari perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Menurutnya, sejumlah masyarakat menilai Jokowi memiliki karakter tenang dalam menghadapi persoalan. Ada pula yang melihat perjalanan politik Jokowi sebagai sesuatu yang menarik untuk dipelajari.

Berangkat dari respons tersebut, muncul gagasan untuk membangun sebuah lembaga yang dapat menjadi ruang pembelajaran politik bagi masyarakat umum. Pendidikan politik tersebut, katanya, tidak harus melalui partai politik.

IKLAN

“Kami ingin menggagas Jokowi Institute untuk mengembangkan gagasan intelektual dan visi kebangsaan dari Presiden RI ketujuh Joko Widodo,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama lembaga tersebut nantinya adalah mengkaji politik inklusif yang selama ini diasosiasikan dengan gaya politik Jokowi. Nilai-nilai keterbukaan, penghargaan terhadap keberagaman, serta penolakan terhadap narasi perpecahan akan menjadi bagian dari kajian.

Jokowi Institute juga hadir untuk membahas hubungan antara nilai-nilai kultural Indonesia dengan demokrasi, kemanusiaan, dan Pancasila.

“Indonesia ini sangat beragam, baik suku maupun kebudayaannya. Kami ingin memperkuat hubungan antara nilai-nilai kultural dengan demokrasi, kemanusiaan, dan Pancasila,” jelasnya. 

Selain pendidikan politik, lembaga tersebut juga untuk memperkuat masyarakat sipil. Dian ingin mengembangkan konsep yang mencakup masyarakat yang kritis, demokratis, berkeadilan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta memiliki ruang untuk memberdayakan komunitas.

Dorong Generasi Muda

Program lainnya yang tengah dirancang adalah pengembangan kaderisasi intelektual muda. 

Ia berharap, Jokowi Institute menjadi ruang bagi generasi muda untuk berdialog, mengembangkan pemikiran kritis dan progresif, serta melahirkan gagasan baru yang berkaitan dengan kemanusiaan dan kebudayaan lokal.

“Pendidikan politik yang direncanakan tidak dimaksudkan untuk mendorong masyarakat bergabung dengan partai politik,” kata Dian. 

Menurutnya, memperoleh pendidikan politik dan menjadi anggota partai politik merupakan dua hal yang berbeda.

“Harapannya, generasi muda bisa memperbaiki keadaan melalui pendidikan politik, walaupun mereka tidak masuk ke dalam partai politik,” katanya.

Kembali ia menegaskan, Jokowi Institute ini jika terealisasi akan mendorong kegiatan intelektual melalui penerbitan buku, jurnal, maupun artikel. 

Dengan demikian, ia berharap, lembaga tersebut dapat menjadi semacam perpustakaan dan ruang dokumentasi pemikiran yang berkaitan dengan Jokowi serta gagasan kebangsaan yang lebih luas.

Masih Tunggu Restu Jokowi

Terkait rencana tersebut, Dian menyebut, telah berkomunikasi dengan pihak yang disebut memiliki akses kepada Jokowi untuk meminta restu atas gagasan pendirian lembaga tersebut.

Ia mengaku mendapatkan respons positif ketika menyampaikan rencana tersebut.

Meski demikian, ia menekankan bahwa Jokowi Institute pada tahap awal tidak diarahkan sebagai kampus atau institusi pendidikan formal. 

“Lembaga itu lebih dimaksudkan sebagai wadah untuk menggali dan mengembangkan gagasan,” ujarnya. 

Apabila nantinya mendapatkan dukungan dan berkembang lebih besar, kantor lembaga tersebut rencananya berada di Jakarta. Kegiatannya kemudian dapat luas ke berbagai daerah melalui diskusi dan pendidikan politik untuk masyarakat.

“Awalnya kami ingin menjadi lembaga untuk menggali gagasan-gagasan dari Pak Jokowi. Kalau nanti berkembang, kami akan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat di daerah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, hanya berperan sebagai penggagas awal. Kepemimpinan lembaga nantinya, menurutnya, akan ia serahkan kepada orang-orang yang memiliki rekam jejak dan kapasitas di bidang pendidikan politik, akademik, serta riset.

“Yang akan memimpin nantinya adalah mereka yang memiliki portofolio pendidikan politik yang bagus dan kuat,” terangnya.

Selain itu, Jokowi Institute juga dapat mengembangkan lembaga riset dan mengajak kalangan akademisi maupun individu yang memiliki ketertarikan terhadap gagasan dan cara berpikir Jokowi.

Rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama sejumlah pihak. 

“Kami akan kembali meminta restu Pak Jokowi bersama tim sebelum melangkah lebih jauh dalam pembentukan lembaga tersebut,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait