Pendidikan

Ratusan Sekolah di NTB Alami Kerusakan

Mataram (NTBSatu) – Sebanyak 320 SMA, SMK, dan SLB di Provinsi NTB menglami kerusakan. Dari jumlah tersebut, baru kurang dari 200 sekolah sudah dilakukan perbaikan. 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi mengatakan, hingga kini pihaknya masih mendata sekolah-sekolah yang tergolong tidak layak pakai tersebut. Pihaknya juga sudah bersurat ke pemerintah pusat perihal kondisi sekolah di NTB.

“Jadi gini ya, memang kita sudah mengidentifikasi sekolah yang mengalami kerusakan-kerusakan. Faktor usia yang menyebabkan kerusakan itu, bukan hal lain. Dan kita sudah menyampaikan hal ini ke Pemerintah Pusat,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, pemerintah pusat juga merespons baik surat dari Pemprov NTB terkait verifikasi sekolah rusak tersebut. Bahkan, dalam waktu setahun, pemerintah pusat menambah kuota revitalisasi sekolah yang tidak layak pakai karena termakan usia.

“Setahun ini saja pusat menambah kuota revitalisasi kita sebagai salah satu komitmen. Dan tentu ini merupakan hasil dari usulan berkala kita ke Pemerintah Pusat agar segera menyelesaikan sekolah yang memang butuh rehab cepat,” katanya.

Pusat Revitalisasi 1.600 Sekolah di NTB

Tahun ini, Kemendikdasmen menambah jumlah penerima program revitalisasi pada 2026. Khusus di Provinsi NTB, pemerintah akan merevitalisasi 1.600 sekolah sesuai program prioritas Presiden Prabowo.

Pemerintah tidak hanya melihat revitalisasi dari perubahan fisik, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembelajaran di kelas. Karena itu, ruang kelas yang nyaman dan baru harapannya dapat meningkatkan kenyamanan belajar bagi peserta didik.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Fajar Riza UI Haq mengatakan, pihak kementerian memprioritaskan program revitalisasi tahun ini bagi sekolah di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta daerah terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatra.

Tahun 2025 lalu, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran Rp527 miliar untuk sekolah di NTB dengan rincian 69 satuan PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 17 SMK, 20 SLB, dan 11 PKBM/SKB.

Pemerintah melakukan revitalisasi ini guna mendukung salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Secara nasional, pemerintah pusat telah merevitalisasi 16.167 unit sekolah, sementara tahun ini pemerintah kembali mengusulkan 11.744 unit sekolah untuk menjalani revitalisasi. (*)

Artikel Terkait