PLN Ganti Jabatan Dirut, Suroso Isnandar Resmi Gantikan Darmawan Prasodjo
Jakarta (NTBSatu) – PT PLN (Persero) mengganti direktur utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 14 Oktober 2026 malam. Suroso Isnandar kini menjabat direktur utama menggantikan Darmawan Prasodjo.
Komisaris Independen PLN, Andi Arief, membenarkan kabar pergantian tersebut. “Iya, pergantian Direktur Utama,” ujar Andi mengutip CNNIndonesia.
PLN mencopot Darmawan melalui RUPSLB yang berlangsung via Zoom pada pukul 18.30 WIB. Seluruh direksi dan komisaris PLN serta Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menghadiri rapat tersebut.
“Sementara Pak Suroso sebagai Direktur Utama masih merangkap jabatan lamanya sampai ada penggantinya,” ujar Andi.
Ia mengucapkan terima kasih atas pengabdian Darmawan selama menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak 6 Desember 2021. Menurut Andi, Darmawan telah banyak melakukan transformasi.
“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi,” ujar Andi.
Pada kesempatan sama, Andi juga optimistis Suroso akan melanjutkan transformasi yang telah Darmawan lakukan selama menjadi Direktur Utama.
“Saya yakin Pak Suroso Direktur Utama baru akan melakukan transformasi lanjutan,” ujar Andi.
Suroso ke Istana
Sebagai informası, sebelum resmi menggantikan Darmawan Prasodjo, Presiden Prabowo Subianto memanggil Suroso ke Istana Presiden Rabu, 14 Oktober 2026 sore. Selain Suroso, Prabowo juga memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Kemudian CEO Danantara Rosan Roeslani.
Usai bertemu Prabowo, Suroso menyampaikan bahwa pasokan listrik di Batam telah pulih 100 persen. Sementara itu, petugas masih memulihkan pasokan listrik di wilayah Bintan.
“Sudah pulih, per hari ini hampir semuanya sudah pulih. Batam sudah pulih 100 persen dan Bintan sebagian menyusul,” katanya.
Sementara itu, Bahlil mengungkapkan penyebab listrik padam yaitu persoalan teknis pada sistem kelistrikan setempat. Mulai dari sambaran petir hingga kelelawar.
“Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir. Dan menurut mereka ya, dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu,” jelasnya.
“Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena, kelelawar atau apa gitu.” sambung Bahlil. (*)




