Belum Menikah di Usia 30 Tahun? Pakar Ungkap Cara Cari Pasangan Tanpa Aplikasi Kencan
Mataram (NTBSatu) – Memasuki usia 30 tahun tanpa pasangan sering kali mendatangkan tekanan tersendiri. Namun, mencari pasangan hidup tidak harus selalu mengandalkan aplikasi kencan di ruang digital.
Berkenalan secara langsung di dunia nyata menjadi pilihan realistis bagi siapa pun yang ingin memperluas jaringan sosial sekaligus menemukan calon pendamping hidup.
Sejumlah pakar kencan membagikan panduan praktis untuk memulai interaksi langsung di tempat umum secara alami tanpa menggantungkan proses perkenalan pada platform kencan daring.
Mengubah Definisi Keberhasilan
Pakar kencan bersertifikat di Hily, Julie Nguyen, menyarankan agar seseorang tidak mengukur keberhasilan saat pergi sendirian hanya dari apakah ia berhasil bertemu calon pasangan atau tidak.
Pertemuan dengan orang baru juga menjadi kesempatan terbuka untuk menjalin pertemanan baru atau sekadar menikmati aktivitas yang disukai. Julie mengibaratkan pertemuan dengan orang baru sebagai nilai tambah dalam sebuah pengalaman sosial.
“Bertemu seseorang seharusnya seperti ceri di atas es krim. Bukan keseluruhan hidangannya,” katanya, mengutip Media Cosmopolitan pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Terapis sekaligus pakar kencan, Michelle Herzog, juga turut menekankan pentingnya menggeser ekspektasi saat memutuskan pergi sendirian ke tempat umum.
“Ubah definisi ‘keberhasilan’. Pergi sendirian untuk bertemu orang bukan tentang menemukan calon pasangan. Melainkan menikmati diri sendiri dan berlatih merasa nyaman dengan diri sendiri,” ungkapnya.
Memulai Percakapan Ringan
Memulai interaksi di tempat umum tidak menuntut penggunaan kalimat pembuka yang rumit. Hal-hal sederhana di sekitar lokasi, seperti gaya pakaian yang menarik perhatian hingga makanan atau minuman yang sedang disajikan, dapat menjadi bahan percakapan awal.
Editor Take It From a Woman, Logan Mahan, menekankan pentingnya keberanian untuk menyapa orang lain secara langsung di ruang publik.
“Bersikaplah terbuka, ramah, dan jangan takut memulai percakapan,” ucapnya.
Seseorang dapat meminta rekomendasi tempat atau ikut bergabung ketika mendengar topik pembicaraan yang menarik, dengan tetap memperhatikan situasi serta tidak menyela percakapan pribadi orang lain.
Menyimpan Ponsel di Tempat Umum
Gawai sering kali menciptakan kesan bahwa seseorang sedang tidak ingin diganggu oleh lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, menyimpan ponsel secara berkala memberi kesempatan bagi seseorang untuk mengamati situasi sekitar dan membuka peluang komunikasi dengan orang di sekitarnya.
Langkah ini memperbesar potensi terjadinya interaksi spontan secara langsung di tempat umum tanpa terhalang oleh gawai. (*)




