Gubernur Iqbal Siapkan Bonus untuk Juara MTQ Nasional 2026
Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal memastikan akan memberikan bonus kepada qari dan qariah yang menorehkan prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2026.
Ia memastikan, penghargaan bagi anak muda berprestasi di bidang Al-Qur’an akan diberikan secara setara dengan prestasi di bidang lainnya.
“Terkait dengan bonus, kita akan berikan bonus,” kata Iqbal, Senin, 21 September 2026.
Iqbal tidak membeberkan besaran bonus untuk para juara. Katanya, akan mengumumkannta kemudian. Namun ia memastikan, nilainya cukup menjanjikan.
“Angkanya akan kita umumkan belakangan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah tidak ingin penghargaan terhadap prestasi anak muda hanya berfokus pada bidang olahraga. Ia menilai, para qari dan qariah yang mengharumkan nama NTB juga layak memperoleh apresiasi yang setara.
“Yang jelas kita ingin memperlakukan anak-anak muda kita yang memiliki prestasi di bidang kajian Al-Qur’an dan MTQ ini juga mendapatkan penghargaan yang setara dengan prestasi-prestasi di bidang lain,” katanya.
Ia berharap, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi qari dan qariah di NTB. Pemerintah juga tengah menyiapkan pola pembinaan yang dimulai sejak lebih dini untuk menemukan bibit-bibit potensial.
Sebagai informasi, delapan peserta NTB berhasil meraih prestasi pada sejumlah cabang. Khairunnisa meraih Juara I Qira’at Mujawwad Dewasa Putri, Ahmad Masyhun Juara II Tafsir Bahasa Arab. Kemudian, Maesarah Juara III Tilawah Dewasa Putri, dan Nihla Hudya Alnaisa meraih Juara III Tilawah Anak-Anak Putri.
Sementara Taqwa Hikmatullah meraih Harapan I Hafalan Al-Qur’an 10 Juz. Selanjutnya, M. Haikal Afad meraih Harapan II Hafalan 30 Juz, Ahmad Kodri meraih Harapan III Qira’at Mujawwad Al-Qur’an Dewasa Putra. Serta Holis Susabri meraih Harapan III Tilawah Remaja Putra.
NTB Masuk 10 Besar
Prestasi Provinsi NTB dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2026 menunjukkan tren positif. NTB berhasil menembus jajaran 10 besar.
Gubernur Iqbal menilai, peningkatan prestasi ini tidak terlepas dari pembinaan secara lebih intensif oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB.
Ia mengatakan, pada MTQ di Kalimantan Selatan tahun 2022, NTB berada di peringkat ke-18. Prestasi tersebut kemudian menurun pada MTQ di Kalimantan Timur, ketika NTB berada di peringkat ke-23.
Namun, melalui pembinaan yang lebih intensif, NTB kini kembali masuk 10 besar dengan mengoleksi 33 poin dan berada di peringkat kesembilan.
“Alhamdulillah kita sudah kembali lagi ke urutan sembilan, sekarang masuk 10 besar dengan poin 33,” ujar Iqbal.
Fokus Pembenahana Sistem
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembenahan sistem pencarian bakat atau talent scouting. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB tengah menyiapkan sistem pencarian bakat yang lebih terstruktur.
Ia mengakui, selama ini proses pencarian bakat masih lebih banyak terlihat ketika peserta sudah mengikuti perlombaan di tingkat kabupaten. Ke depan, ia berharap pencarian bakat bisa lebih awal hingga menjangkau desa dan kecamatan.
“Bagaimana membuat talent scouting ini lebih rapi. Dulu kan tahu-tahu sudah lomba di tingkat kabupaten. Lalu zaman kita dulu kan dari desa, desa, kecamatan,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, potensi anak-anak muda yang selama ini belum teridentifikasi diharapkan dapat ditemukan dan mendapatkan pembinaan sejak awal.
“Sehingga talent-talent yang tersembunyi, hidden gem-nya ini, itu kelihatan. Dan itulah yang kita bina. Proses talent scouting-nya yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Pembinaan Lebih Intens
Pembinaan intensif selama hampir dua bulan menjadi bagian dari persiapan kafilah NTB menghadapi MTQ tingkat nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Salah satu peserta, Khairunnisa menilai, pola pembinaan yang diterapkan LPTQ NTB kali ini jauh lebih intens dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebelumnya, pemusatan latihan atau training center (TC) bagi kafilah hanya berlangsung sekitar dua pekan dan dilakukan dalam dua tahap. Namun, pada persiapan kali ini, pembinaan berlangsung hampir dua bulan.
“Alhamdulillah kemarin dibina selama hampir dua bulan. Sebelum-sebelumnya kita cuma TC dua minggu, kita ada dua kali, dua tahap. Tapi kalau yang sekarang itu lebih intens,” ujarnya. (*)




