Ekonomi Bisnis

Target Produksi 2032, PT STM Kelola Sumber Daya Miliaran Ton di Blok Onto Dompu

Mataram (NTBSatu) – Tahapan pertambangan di blok Onto Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu terus menunjukkan progres signifikan. Saat ini prosesnya berada pada tahap akhir studi kelayakan atau Feasibility Study (FS).

Pertambangan di blok Onto dikelola oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM). Luas lahan yang akan dikelola sekitar 19.260 hektare.

Head of Communications STM, Cindy Elza menyampaikan, masa awal operasi produksi atau first production ore ditargetkan pada tahun 2032. Namun target tersebut bisa saja melenceng bergantung perkembangan tahapan-tahapan yang sedang berjalan.

“Namun, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kelancaran tahap pengembangan lainnya,” kata Cindy kepada NTBSatu, Selasa, 27 Oktober 2026.

Cindy menyebutkan, dari lahan belasan ribu hektare tersebut, estimasi sumber daya mineral tertunjuk yang akan dikelola sekitar 1,1 miliar ton. Dengan setiap ton mengandung 0,96 persen tembaga (Cu) dan 0,58 gram emas (Au).

Kemudian, sumber daya tereka sebesar 1 miliar ton, dengan setiap ton mengandung 0,7 persen tembaga (Cu) dan 0,4 gram emas (Au).

“Perlu diketahui bahwa sumber daya mineral masih memerlukan kajian lebih lanjut sebelum dapat diklasifikasikan sebagai cadangan mineral,” jelasnya.

Sebagai informasi, untuk mendukung proses tahapan yang sudah dan akan dijalankan, termasuk untuk kebutuhan sarana-prasarana logistik, PT STM masih menggunakan fasilitas yang tersedia di Bima, baik itu pelabuhan maupun lapangan terbang.

Logistik tersebut kemudian diangkut melalui jalur darat hingga tiba di area kerja Proyek Hu’u.

“Pembangunan sarana prasarana pendukung pertambangan STM di masa mendatang akan dimulai setelah mendapatkan seluruh perizinan yang dipersyaratkan,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, ungkap lima lokasi konsesi pertambangan dengan nilai cadangan mencapai Rp5.400 triliun.

Ia menyebutkan, area pertambangan raksasa itu tersebar di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Papua. Dengan komoditas tembaga dan emas.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin menyampaikan, sejauh ini pihaknya belum menerima informasi resmi dari Kementerian ESDM terkait lokasi tambang tersebut.

“Detailnya harus konfirmasi ke Ditjen Mineral Kementerian ESDM,” katanya kepada NTBSatu, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Namun, lanjut dia, jika dilihat dari potensi hasil dari Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan, blok Elang di Sumbawa masuk kategori. Wilayah tambang ini dikelola PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Merupakan anak perusahaan Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMAN).

Selain itu, blok Onto di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, juga masuk kategori. Wilayah ini dikelola PT Sumbawa Timur Mining (STM). Saat ini masih dalam tahap eksplorasi menuju operasi produksi. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait