KesehatanSumbawa Barat

TRC Ambulans KSB Tembus 31 Ribu Layanan, Hipertensi Mendominasi

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan lonjakan operasional sangat drastis sepanjang tahun 2026. Program pelayanan kesehatan unggulan ini berhasil melayani puluhan ribu warga hingga ke rumah.

Dinas Kesehatan KSB mencatat, petugas telah merawat sebanyak 31.348 warga hingga 20 September 2026. Angka tersebut melonjak tajam dari capaian tahun 2025 yang hanya menyentuh 6.609 layanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS., MQM., memberikan gambaran mengenai transformasi konsep layanan armada ini. Pihak dinas merancang pola operasional yang berbeda dari ambulans konvensional.

IKLAN

“Di Sumbawa Barat, TRC Ambulans kami kembangkan lebih luas. Layanan ini menjangkau berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat, baik emergency, non-emergency, maupun pelayanan yang telah direncanakan,” ujar dr. Carlof, Kamis, 1 Oktober 2026. 

Skema TRC Ambulans KSB sengaja menyasar seluruh segmen kebutuhan medis warga tanpa terkecuali. Nakes puskesmas mengendarai armada ambulans untuk memberikan perawatan medis secara langsung.

“Prinsipnya adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar dr. Carlof.

IKLAN

Dominasi Penyakit Tidak Menular

Data operasional mencatat porsi layanan non-emergency mendominasi pelayanan hingga menyentuh angka 86,24 persen. Sementara itu, layanan medis terjadwal menyumbang porsi sebesar 12,04 persen dan kasus kegawatdaruratan (emergency) sebesar 1,55 persen.

Dinas Kesehatan KSB turut merilis profil penyakit pasien yang paling sering mendapatkan penanganan medis. Temuan di lapangan menunjukkan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) sangat mendominasi permintaan perawatan warga.

“Data layanan juga menunjukkan bahwa TRC Ambulans banyak bersentuhan dengan pengendalian penyakit tidak menular,” lanjut Kadis Kesehatan.

Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi menempati urutan teratas dengan porsi mencapai 32,92 persen. Sementara itu, kasus Diabetes Melitus menyumbang 12,71 persen dari total penanganan medis petugas.

Selanjutnya, kasus cephalgia atau sakit kepala menyumbang 11,78 persen dan gastritis sebesar 7,89 persen. Tingginya jangkauan penanganan medis ini berbanding lurus dengan persepsi publik yang mencatatkan angka kepuasan masyarakat hingga 80,2 persen.

“Orientasinya tidak lagi hanya membawa pasien menuju fasilitas kesehatan, tetapi juga membawa pelayanan kesehatan lebih dekat kepada masyarakat,” pungkas dr. Carlof. (*)

Artikel Terkait