Banyak Siswa SD di Mataram Belum Kuasai Calistung, Disdik Perketat Kenaikan Kelas
Mataram (NTBSatu) – Persoalan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) masih menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan Kota Mataram.
Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menemukan banyak siswa Sekolah Dasar (SD), termasuk yang sudah duduk kelas IV dan V, belum menguasai kemampuan membaca dengan baik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf mengatakan, temuan ini menjadi perhatian serius pihaknya. Berdasarkan hasil pemetaan rapor pendidikan, terdapat 10 satuan pendidikan masuk kategori rendah capaian literasi dan numerasinya.
“Kita klasifikasikan ada 10 satuan pendidikan yang literasi dan numerasinya rendah. Ini yang kita dorong untuk mendapat perhatian dan pembinaan berdasarkan rapor pendidikan mereka,” ujarnya, Selasa, 3 November 2026.
Menurut Yusuf, persoalan ketertinggalan kemampuan membaca tidak hanya terjadi pada siswa kelas awal, melainkan juga sejumlah peserta didik kelas IV dan V.
Kondisi tersebut diduga berkaitan pola pembelajaran sebelumnya yang cenderung menerapkan kenaikan kelas secara otomatis tanpa mempertimbangkan optimalisasi penguasaan kompetensi dasar siswa.
“Ada juga yang sudah kelas menengah, kelas IV dan V SD. Kan dulu mekanismenya naik terus,” ungkapnya.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Yusuf meminta sekolah memberikan pendampingan serta bimbingan belajar secara khusus kepada siswa mengalami ketertinggalan.
Pemerintah mendorong Guru untuk lebih intensif memastikan setiap peserta didik mampu membaca, menulis, dan berhitung sebelum melanjutkan materi pembelajaran berikutnya.
“Kita berharap cara ini dapat memperkecil kesenjangan kemampuan akademik antarsiswa sekaligus memperbaiki capaian literasi dan numerasi sekolah,” kata Yusuf.
Pada sisi lain, Yusuf mendukung pengetatan mekanisme kenaikan kelas dengan menjadikan penguasaan kompetensi akademik serta pembentukan karakter sebagai pertimbangan utama.
Menurutnya, kenaikan kelas tidak seharusnya menjadi rutinitas administratif apabila siswa belum memenuhi standar pembelajaran.
“Anak-anak yang belum bisa baca tulis dan belum bisa berhitung dengan baik, serta belum memenuhi kriteria, ya sebaiknya tidak naik kelas,” tegasnya. (*)




