Biaya Hidup Awardee Beasiswa NTB Triwulan Pertama 2024 Terlambat Dikirim
Mataram (NTB Satu) – Pengiriman uang biaya hidup penerima atau awardee Beasiswa NTB di triwulan pertama 2024 mengalami keterlambatan. Hal ini diakui Plt. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi NTB, Lalu Suryadi.
Suryadi menjelaskan, keterlambatan tersebut akibat baru diterimanya nomor Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) APBD Provinsi NTB tahun ini
“Selesai pengesahan, nomor DPA-nya baru didapatkan awal Februari kemarin. Sehingga, baru bisa kita proses SK dan urusan administrasi lainnya,” jelasnya kepada NTBSatu, Sabtu, 24 Februari 2024.
“Karena kalau belum ada nomornya, tidak berani kita melakukan pembayaran dulu, baru proses SK,” sambung Suryadi.
Namun, saat ini, lanjutnya, proses administrasi tersebut hampir selesai. Tinggal menunggu tanda tangan dari Penjabat (Pj.) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi.
“Sudah diproses ke BPKAD, Biro Hukum, serta ditandatangani Asisten dan Pj. Sekda. Tinggal naik ke meja Pak Pj. Gubernur untuk ditandatangani,” ujarnya.
Berita Terkini:
- Nasib Tenaga Non-ASN Pemkab Sumbawa di Tengah Pengetatan Disiplin Pegawai
- Tersangka Korupsi Pembangunan Puskesmas Batu Jangkih Diserahkan ke Penuntut Umum
- Menanti Tiga Besar Calon Sekda NTB, Penilaian Masih di Meja BKN
- Remitansi NTB 2025 Tembus Rp105 Miliar
Setelah itu, pihaknya akan langsung melakukan pengiriman biaya hidup kepada para awardee Beasiswa NTB yang saat ini masih menyelesaikan studinya.
Suryadi juga mengatakan, keterlambatan pengiriman biaya hidup ini bukan pertama kalinya. Pada zaman Gubernur NTB 2018-2023, Dr. Zulkieflimansyah pun juga sempat terjadi.
“Tidak jauh beda, malah dulu sempat dikirimnya untuk yang triwulan pertama di bulan Maret,” kata Suryadi.
Untuk yang tahun ini, dirinya memastikan pengiriman biaya hidup kepada awardee Beasiswa NTB itu, tidak molor sampai Maret seperti dulu.
“Kita usahakan akhir Februari bisa selesai, karena kita pahami mahasiswa harus segera mendapatkannya. Tetapi, inilah tahapan administrasi yang harus dilalui, tidak bisa loncat-loncat,” tandas Suryadi. (JEF)



