Sebelum ke Kelas, Calon Guru di Bima Belajar Mengajarkan Numerasi
Bima (NTBSatu) – Calon guru dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima memperdalam strategi mengajarkan numerasi sebelum menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada sekolah prioritas Kabupaten Bima.
Pembekalan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, sebagai rangkaian hari terakhir kegiatan yang berlangsung selama tiga hari. Program ini melibatkan 482 mahasiswa dari enam program studi. Dua hari pertama berfokus pada persiapan umum PPL-PLP, sedangkan hari terakhir secara khusus membahas pembelajaran numerasi bersama fasilitator Program INOVASI.
Sebanyak 100 mahasiswa mengikuti sesi numerasi dalam empat ruangan, mulai pukul 09.30 hingga 16.00 Wita. Delapan tim fasilitator mendampingi peserta untuk memperkuat keterampilan mengajar dan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Perwakilan Program INOVASI, Rafiudin menjelaskan, INOVASI merupakan program kemitraan Australia dalam bidang pendidikan. Pembekalan khusus numerasi ini menjadi bagian dari rencana aksi bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada sekolah prioritas Kabupaten Bima.
“Kegiatan pembekalan PPL khusus numersi untuk menyasar SD Prioritas ini merupakan salah satu rencana aksi yang disepakati oleh para pimpinan mitra melalui rapat kerja kabupaten/DPM awal Oktober lalu, yaitu pimpinan Bappeda, Dinas Dikbudpora, Kepala Kantor kemenag, Ketua STKIP Tamsis (Taman Siswa Bima, red), BPMP NTB dan Program Inovasi yang tertuang dalam Berta Acara kesepatan,” ungkapnya.
STKIP Tamsis Perkuat Kesiapan Calon Guru
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Nanang Diana, M.Pd., menilai kolaborasi kampus, INOVASI, dan Pemerintah Kabupaten Bima menjadi langkah strategis untuk menyiapkan calon guru menghadapi kebutuhan nyata sekolah.
”Mahasiswa kami lebih siap dan memiliki pengalaman serta kesiapan dalam mengajar dan menerapkan media pembelajaran yang tepat, terutama pada sekolah-sekolah prioritas,” ujarnya.
Sebanyak 18 sekolah prioritas Kabupaten Bima menjadi sasaran penempatan mahasiswa untuk menjalankan praktik lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu menerapkan strategi pembelajaran numerasi secara efektif.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bima, Hariman, S.E., M.Si., menegaskan pentingnya penguatan numerasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah.
Saat membuka sesi hari ketiga, Hariman juga mengingatkan mahasiswa bahwa PPL merupakan bentuk pengabdian melalui dunia pendidikan. Calon guru perlu memastikan metode penyampaian materi mampu membantu siswa memahami pelajaran.
”Yang terpenting, bagaimana cara mengajar kita agar mudah dipahami,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bima, Drs. H. Faturrahman, M.Pd., berharap mahasiswa menjangkau sekolah-sekolah pelosok yang membutuhkan perhatian lebih. Harapannya, kehadiran mereka mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui metode mengajar yang lebih menarik.
Dengan berakhirnya pembekalan, mahasiswa bersiap menjalankan PPL-PLP 2026 pada sekolah mitra. Harapannya, mereka mampu menerapkan keterampilan mengajar untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran numerasi di Kabupaten Bima. (*)




