NTB Tembus Enam Besar Provinsi Paling Rajin ke Perpustakaan pada 2025
Mataram (NTBSatu) – Provinsi NTB mencatatkan pencapaian positif dalam peningkatan budaya literasi masyarakat. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, NTB berhasil menembus kedudukan keenam dalam senarai provinsi dengan tingkat kunjungan ke perpustakaan tertinggi di Indonesia.
Tingkat kunjungan perpustakaan di wilayah NTB mencapai angka 15,13 persen. Angka ini menempatkan NTB di atas beberapa daerah lain seperti Bengkulu yang mencatatkan angka 14,46 persen.
Pencapaian tersebut memperlihatkan kesadaran membaca dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan oleh warga NTB yang terus berkembang secara signifikan.
NTB dan Peta Literasi Nasional
Kedudukan NTB di tangga keenam nasional ini menunjukkan minat membaca di kawasan Indonesia bagian tengah terus menguat. NTB bersaing rapat dengan provinsi Aceh yang berada di posisi kelima dengan persentase 15,32 persen.
Kemudian, Kepulauan Bangka Belitung di kedudukan keempat dengan 15,44 persen. Sementara itu, peringkat teratas dalam survei ini adalah Sumatera Barat yang mencatatkan persentase kunjungan tertinggi sebesar 17,75 persen.
Daerah Istimewa Yogyakarta menyusul di posisi kedua dengan 16,78 persen. Selanjutnya, DKI Jakarta di posisi ketiga sebesar 16,05 persen.
Pencapaian NTB mengukuhkan kedudukannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan literasi yang sangat berpotensi di luar Pulau Jawa dan Sumatera.
Mendorong Budaya Baca Masyarakat
Faktor dukungan infrastruktur perpustakaan, program literasi daerah, serta peranan aktif komunitas membaca menjadi pendorong utama keberhasilan NTB.
Kehadiran ruang baca yang memadai serta program perpustakaan keliling di berbagai wilayah kabupaten/kota di NTB membantu memperluas akses maklumat untuk pelajar dan masyarakat umum.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen daerah dalam memperluas akses bahan bacaan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan minat berkunjung ke perpustakaan.
Kerja sama antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait perlu terus berlanjut agar tren positif ini dapat tetap bertahan dan meningkat pada masa depan. (*)




