Ekonomi BisnisLombok Tengah

Pameran UMKM Mandalika 2026: Wadah Produk Lokal Pikat Penonton MotoGP

Mataram (NTBSatu) – Penyelenggaraan ajang MotoGP Mandalika 2026 memberikan ruang strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk unggulan mereka.

Kehadiran ribuan penonton di kawasan sirkuit menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan omzet penjualan secara signifikan. Hal ini sejalan dengan ungkapan dari seorang pedagang bernama Zakiah.

“Alhamdulillah pembeli lumayan ramai yang mampir ke lapak kami. Bahkan sejak pagi hari ini,” ujarnya kepada NTBSatu pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Geliat Aktivitas Transaksi

Kawasan stan pameran UMKM yang berdiri di sekitar sirkuit tampak padat oleh arus kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Para pembeli antusias memilih berbagai produk kerajinan tangan yang dipamerkan di setiap tenda bazar.

“Banyak penonton balap yang mencari suvenir khas untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” tambahnya.

Berbagai jenis produk khas lokal menjadi daya tarik utama bagi para pelancong yang ingin mendukung karya perajin daerah. Suasana interaksi jual beli terlihat sangat hidup di sepanjang area stan pameran.

Berdasarkan pantauan NTBSatu, para pengunjung tampak antusias meneliti kualitas barang dagangan sebelum melakukan transaksi pembayaran.

Peran Strategis dan Dampak Ekonomi

Peningkatan aktivitas perdagangan ini sejalan dengan proyeksi pemerintah dan pengelola kawasan dalam mendongkrak perekonomian nasional melalui sektor pariwisata dan event olahraga internasional.

Sebelumnya, Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka menegaskan, jika event internasional ini memiliki dampak menyeluruh bagi Indonesia.

“Dampaknya menyeluruh dong untuk Indonesia. Karena 2024 Rp4,2 triliun, 2025 Rp4,9 triliun, makanya kamu mencanangkan tahun ini 5 triliun,” ujarnya.

Di sisi lain, para pelaku usaha memamerkan produk kerajinan kain tradisional seperti kain songket dengan motif khas daerah. Selain itu, area bazar juga menyediakan berbagai produk cinderamata serta suvenir hasil karya perajin lokal.

Sejumlah stan kuliner dan penyedia makanan turut diserbu oleh pembeli yang ingin menikmati sajian lokal di sela-sela agenda balap.

Lonjakan transaksi di sektor UMKM ini membuktikan ajang balap motor dunia memberikan dampak ikutan yang nyata bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Para pelaku usaha berharap fasilitas pameran seperti ini terus mendampingi setiap agenda pariwisata berskala internasional di kawasan Mandalika.

Keberadaan stan-stan ini membuka peluang besar bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas dan dikenal oleh wisatawan asing yang hadir langsung di sirkuit. (*)

Artikel Terkait