Bupati Bima Tegaskan Perubahan APBD 2026 Difokuskan pada Enam Program Prioritas
Bima (NTBsatu) – Bupati Ady Mahyudi menyampaikan, Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2026 diarahkan untuk enam hal penting.
Di antaranya, peningkatan kualitas pelayanan dasar, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan. Bagi Ady Mahyudi pendidikan dan pelayanan kesehatan harus terjangkau hingga ke pelosok daerah.
“Pelayanan kesehatan dan pendidikan merupakan prioritas. Semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan ini dengan baik,” kata Ady Mahyudi, Rabu 30 September 2026.
Salain itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, penguatan infrastruktur dasar daerah sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan wilayah.
Kemudian, peningkatan produktivitas sektor unggulan daerah menjadi hal penting pada anggaran perubahan.
“Kebijakan ini kami arahkan untuk memperkuat sektor-sektor yang menjadi penopang perekonomian daerah. Serta, meningkatkan produktivitas masyarakat,” ungkap Ady Mahyudi.
Ady Mahyudi menambahkan, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap pengendalian inflasi daerah.
Pengendalian inflasi menjadi bagian penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas perekonomian daerah. Prioritas lain, yakni adalah pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Pemerintah daerah menempatkan upaya sebagai bagian dari agenda pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya menegaskan.
Jaga Kesinambungan Pembangunan
Dalam momentum itu, Ady Mahyudi menegaskan, keenam prioritas tersebut menjadi arah penting dalam pelaksanaan kebijakan anggaran perubahan agar belanja daerah memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemkab Bima tetap berkomitmen menjaga kesinambungan pembangunan daerah yang telah kami rencanakan pada APBD Murni Tahun 2026,” tegas Ady Mahyudi.
Sebagai informasi, proses pembahasan antara DPRD dan pemerintah daerah telah menghasilkan kesepakatan bersama mengenai arah serta struktur Perubahan APBD Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan hasil kesepakatan tersebut, pendapatan daerah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2,15 triliun.
Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp229,91 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp1,91 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp8,94 miliar.
Sementara itu, total belanja daerah sebesar Rp2,21 triliun. Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi sebesar Rp1,78 triliun, belanja modal sebesar Rp130,16 miliar. Kemudian, belanja tidak terduga sebesar Rp5,5 miliar, dan belanja transfer sebesar Rp293,71 miliar.
Dengan postur tersebut, pemerintah daerah akan mengarahkan pelaksanaan anggaran perubahan untuk memastikan program pembangunan yang telah direncanakan tetap berjalan sekaligus menyesuaikan kebutuhan prioritas daerah. (MSR)




