Kota MataramPemerintahan

Menggali Pesona Tersembunyi Giong Siu

Mataram (NTBSatu) – Wisata Giong Siu, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, perlahan menunjukkan potensinya sebagai salah satu ruang wisata dan edukasi bagi masyarakat.

Aktivitas pengunjung yang masih berlangsung hingga kini menjadi modal bagi kawasan tersebut untuk terus tumbuh dan menarik lebih banyak perhatian.

Pemerintah Kelurahan Babakan pun tak ingin potensi tersebut berhenti begitu saja. Perawatan kawasan serta penambahan sarana dan prasarana menjadi langkah yang tengah disiapkan, guna menghadirkan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung.

IKLAN

Lurah Babakan, Muhammad Agus mengatakan, keberadaan sejumlah fasilitas Taman Wisata Giong Siu tidak lepas dari dukungan pemerintah dan gotong royong masyarakat.

“Yang jelas, fasilitas Giong Siu Babakan itu ada kontribusi dari pemerintah, dan swadaya masyarakat juga ada,” ujarnya, Senin, 28 September 2026.

Menurut Agus, sejumlah fasilitas masih membutuhkan penambahan agar kawasan wisata tersebut semakin nyaman sekaligus mampu meningkatkan daya tarik bagi pengunjung.

IKLAN

Pihaknya mengupayakan kebutuhan tersebut melalui Program Desa Berdaya yang bersumber dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Program tersebut menjadi salah satu peluang bagi Kelurahan Babakan untuk memperoleh dukungan pengembangan sektor pariwisata.

Pemerintah kelurahan berharap program tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang belum tersedia secara optimal.

“Kami mulai mendorong fungsi edukasi agar kawasan tersebut memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Perpaduan rekreasi dan edukasi menjadi potensi yang dapat memperkaya daya tarik Giong Siu ke depan,” ujar Agus.

Upaya tersebut berjalan di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk kebutuhan perawatan dan pengembangan kawasan

Agus menyebut, pemerintah kota telah merencanakan dukungan untuk kawasan tersebut pada 2027. “Dari swadaya masyarakat itu sifatnya sarana prasarana juga. Kami juga pernah berdiskusi dengan Dispar. Insya Allah, tahun depan akan dibantu,” jelasnya.

Sementara itu, geliat kunjungan masih terlihat pada Taman Wisata Giong Siu. Akhir pekan menjadi waktu yang paling ramai, sementara kunjungan pada hari biasa tetap berlangsung meski jumlahnya lebih sedikit. (*)

Artikel Terkait