Pemkot Bima Berangkatkan 45 Relawan Gabungan ke NTT
Kota Bima (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima resmi mengutus 45 relawan gabungan ke Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu penanganan pascabencana gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Tim kemanusiaan ini bertolak dari Kota Bima pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Pemberangkatan rombongan berfokus pada pemulihan kesehatan dan penanganan darurat di lokasi bencana. Tim gabungan ini menerjunkan 19 tenaga kesehatan untuk pelayanan medis, 11 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk logistik dan evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima, A. Faruk menjelaskan, terdapat empat titik aksesnya terputus. Sehingga telah tim yang siap berangkat juga mengikutsertakan 15 anggota Indonesia Offroad Federation (IOF) yang bertugas menembus jalur-jalur sulit di area terdampak.
“Ada empat lokasi yang aksesnya terputus dan tidak tersentuh. Kami akan menuju lokasi tersebut,” tutur Faruk, Jumat, 28 Agustus 2026.
Langkah cepat ini merupakan respons yang didasari oleh pengalaman panjang Kota Bima yang kerap berhadapan dengan bencana alam. Sehingga menuntut solidaritas aktif antardaerah. Wali Kota Bima, H. A Rahman menegaskan, misi ini bukan sekadar menjalankan agenda protokoler, melainkan aksi nyata atas dasar kemanusiaan untuk meringankan beban warga Manggarai.
Sebelumnya, Pemkot Bima telah bergerak cepat menggalang donasi dari berbagai pihak, mulai dari jajaran pimpinan daerah, OPD, hingga organisasi wanita. Penyaluran bantuan yang telah terkumpul akan tim relawan berikan dalam bentuk dana tunai serta kebutuhan logistik untuk para korban bencana.
Galang Dana dari Berbagai Pihak
Rahman menekankan, seluruh tim relawan yang berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini harus mampu menjalin koordinasi yang baik. Sehingga dapat memastikan bantuan yang telah terkumpul dapat tersalurkan dengan baik pula.
“Ini bukan hanya perintah Kota Bima. Ini juga rasa kemanusiaan,” tegas Rahman saat melepas keberangkatan tim di Halaman Kantor Wali Kota Bima, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia berharap, kehadiran tim kesehatan dan armada offroad mempercepat distribusi bantuan serta pelayanan medis ke daerah-daerah terisolasi di Manggarai yang belum terjangkau secara maksimal. Seluruh relawan akan bertugas hingga situasi tanggap darurat di NTT kondusif. (*)




