Lombok Tengah

Kebakaran Rumah Adat Sade: 120 KK Terdampak, Dinsos Dirikan Dapur Umum

Lombok Tengah (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan penanganan terhadap warga terdampak kebakaran hebat yang melanda kawasan Rumah Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, berdasarkan data sementara, sedikitnya 120 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 320 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 rumah adat Sasak tercatat terdampak. Sementara rumah warga di luar kawasan rumah adat yang ikut terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 unit.

IKLAN

“Data ini masih sementara dan belum final. Akan terus dilakukan pemutakhiran sesuai hasil asesmen di lapangan,” kata Ahsanul Khalik, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ahsanul mengatakan, pemerintah melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) NTB telah menyalurkan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Bantuan tersebut antara lain berupa 300 nasi bungkus serta pembukaan dapur umum lapangan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.

IKLAN

Selain kebutuhan pangan, pemerintah juga menyalurkan 50 kasur dan 50 selimut sebagai bantuan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

“Untuk penanganan sementara, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak,” ujarnya.

Menurut Ahsanul, pendataan jumlah KK dan jiwa terdampak masih berlangsung. Hasil asesmen tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan jumlah serta jenis bantuan lanjutan yang akan disalurkan.

Dengan demikian, data kerusakan maupun jumlah warga terdampak masih sangat mungkin berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Ahsanul memastikan stok logistik kebencanaan milik pemerintah daerah dalam kondisi aman untuk mendukung penanganan pascakebakaran.

“Keadaan stok untuk kebencanaan dalam posisi aman,” katanya.

Tak Ada Korban Jiwa

Sementara itu, hingga laporan ini diterima, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang melanda kawasan Rumah Adat Sade.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata NTB, Mawardi, yang berada di lokasi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mengatakan seluruh warga berhasil menyelamatkan diri.

“Untuk penyebab dan segala macamnya kami belum tahu informasinya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Mawardi.

Kebakaran menyebabkan kerusakan material yang sangat parah. Rumah-rumah di kawasan permukiman adat yang sebagian besar menggunakan atap ilalang dan material kayu membuat api cepat menjalar, terlebih dengan kondisi angin yang cukup kencang.

Mawardi menyebut api bahkan sempat mengancam bangunan di seberang jalan raya. Petugas pemadam kebakaran juga menghadapi kendala karena permukiman Rumah Adat Sade cukup padat sehingga akses menuju titik api di bagian dalam terbatas.

“Kesulitan juga masuk tim pemadam kebakaran ke tengah. Karena ini kan padat penduduknya. Harus menyisir dulu dari pinggir-pinggir dulu ini,” jelasnya.

Penanganan berlangsung secara bertahap dengan petugas memulai upaya pemadaman dan evakuasi dari sisi luar menuju bagian dalam permukiman. Kebakaran menyebabkan kerusakan yang cukup parah karena api melalap banyak rumah hingga tidak menyisakan bangunan.

“Untuk rumah tidak ada yang tersisa. Kalau jumlahnya ada ratusan sih rumahnya ini. Yang jelas lebih dari 100 rumah yang terbakar ini,” ungkap Mawardi.

Petugas Gabungan Padamkan Api

Upaya pemadaman melibatkan armada pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah di Pulau Lombok. Adapun penerjunan petugas gabungan untuk melokalisasi api agar tidak meluas ke bangunan dan permukiman lainnya.

“Ini masih dalam proses memadamkan kebakaran dari pemadam kebakaran. Karena masih saat ini apinya masih menjalar,” kata Mawardi.

Dukungan armada datang dari Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga Kota Mataram.

“Unit mobil pemadam kebakaran dari Lombok Tengah ada lima, kemudian ada juga bantuan dari Lombok Barat dan Kota Mataram,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait