Pendidikan

Deretan Temuan Kecurangan UTBK-SNBT 2026, Ada Modus Tanam Alat Pendengar

Mataram (NTBSatu) – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 mulai berlangsung sejak Selasa, 21 April 2026. Hari pertama langsung memperlihatkan berbagai upaya kecurangan dari peserta di sejumlah daerah.

Panitia pusat mencatat, temuan ini sebagai sinyal meningkatnya modus pelanggaran dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Panitia Pusat SNPMB telah memetakan sebanyak 2.940 data anomali peserta sejak awal.

“Kita telah mendapatkan informasi berbagai macam kecurangan yang coba dilakukan oleh peserta UTBK di beberapa pusat UTBK,” ungkap Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, mengutip detik.com, Jumat, 24 April 2026.

Daftar Kecurangan UTBK 2026

Berikut deretan temuan kecurangan UTBK-SNBT 2026:

1. Tanam Alat Bantu Dengar di Undip

Seorang peserta di Universitas Diponegoro (Undip) menyembunyikan alat bantu dengar hingga masuk ke dalam liang telinga. Kondisi ini memerlukan penanganan medis karena alat tidak bisa keluar secara normal.

Panitia akhirnya membawa peserta tersebut ke dokter spesialis THT agar proses pelepasan berjalan aman. “Alat bantu dengarnya sampai masuk ke dalam telinga. Jadi kita harus bawa, oleh panitia pusat UTBK ini harus dibawa ke dokter THT untuk bisa melepas ini,” ujarnya.

2. Perjokian dengan Dua Identitas di Universitas Negeri Malang

Panitia menemukan satu orang yang mencoba mengikuti ujian menggunakan dua identitas berbeda. Modus ini memanfaatkan celah administrasi dengan harapan sistem tidak mendeteksi perbedaan data. Namun, pengawasan ketat berhasil mengungkap kejanggalan tersebut.

3. Perjokian Lintas Tahun dengan Nama Berbeda di Unesa

Kasus serupa muncul di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Satu orang mengikuti UTBK dalam dua tahun berturut-turut dengan nama peserta yang tidak sama. Sistem pelacakan data panitia langsung mengenali pola tersebut, sehingga upaya kecurangan gagal sebelum ujian selesai.

4. Perjokian dan Indikasi Sindikat di Unsulbar

Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mencatat temuan paling kompleks. Selain praktik perjokian, panitia juga menemukan indikasi jaringan terorganisir. Kelompok ini aktif menawarkan iming-iming kepada calon peserta agar bersedia terlibat dalam praktik curang.

“Jadi informasi dari Unsulbar bisa digarisbawahi bahwasanya ditemukan adanya indikasi sindikat kecurangan yang memang berusaha untuk mengiming-imingi calon peserta agar supaya bisa mau melakukan ini,” ucap Eduart.

5. Modifikasi Foto Peserta di UPN Veteran Jatim

Seorang joki di UPN Veteran Jawa Timur (Jatim) mencoba mengelabui sistem dengan mengubah detail kecil pada foto pendaftaran. Ia menggeser posisi jilbab agar tampak berbeda dari tahun sebelumnya. Meski begitu, teknologi pengenalan wajah tetap mampu mengidentifikasi kesamaan wajah tersebut.

“Di UPN Surabaya itu jokinya fotonya saja dimodifikasi sedikit-sedikitlah. Kalau tahun-tahun kemarin jilbabnya agak turun ke bawah, tahun ini jilbabnya agak ke atas gitu kan, tapi kan tidak merubah orangnya sebenarnya. Dan melalui face recognition yang kita lakukan itu tetap saja bisa terlacak,” ungkapnya.

Rangkaian kasus ini menunjukkan peningkatan variasi dan keberanian dalam praktik kecurangan UTBK-SNBT 2026. Panitia terus memperkuat sistem pengawasan, serta teknologi guna menjaga integritas seleksi nasional tersebut. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button