Unram Gandeng Polresta Mataram Perkuat Kampus Ramah Diskusi dan Cegah Paham Ekstrem
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menggandeng Kepolisian Resor Kota Mataram (Polresta Mataram) untuk mencegah masuknya paham ekstrem dan menjaga keamanan kampus.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., bertemu Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, untuk membahas langkah konkret agar mahasiswa dapat belajar dan berdiskusi dengan aman. Pada Jumat, 27 Maret 2026.
Prof. Sukardi menegaskan, kampus harus menjadi ruang aman sekaligus pusat lahirnya solusi bagi masyarakat. Ia meminta Polresta aktif mendampingi Unram menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan akademik.
Menurutnya, dinamika sosial dan politik di masyarakat kerap memengaruhi pola pikir generasi muda, sehingga perguruan tinggi harus bertindak cepat agar lingkungan akademik tetap kondusif.
“Unram harus menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk berdiskusi sekaligus menjadi pusat lahirnya solusi bagi masyarakat. Kami berharap Polres Mataram terus mendampingi agar keamanan dan kenyamanan kampus tetap terjaga,” ujar Prof. Sukardi.
Selain itu, Ia juga menyoroti faktor sosial-ekonomi yang kerap memicu isu sensitif, termasuk di lingkungan pesantren, sehingga perlu perhatian bersama.
Perlu Pengawasan Ketat
Sementara itu, Kapolresta Mataram, Hendro Purwoko, menekankan masyarakat saat ini mudah terprovokasi, yang berpotensi memicu tindakan anarkis. Ia menambahkan, meski beberapa titik di Mataram sudah berhasil dikendalikan, beberapa lokasi masih memerlukan pengawasan lebih.
“Kami sudah mengendalikan beberapa titik di Mataram, seperti Monjok-Taliwang. Namun beberapa lokasi lain masih membutuhkan perhatian lebih,” kata Hendro.
Hendro juga menyoroti pesantren yang menghadapi tantangan serius, termasuk kasus kekerasan seksual, dan mendorong adanya standar terkait kapasitas kamar, kebersihan, dan pola pengasuhan.
Sebagai tindak lanjut, Unram membentuk tim ahli hukum dan sosial untuk merespons persoalan masyarakat yang rawan konflik. Perguruan tinggi ternama di NTB ini aktif melakukan riset dan program khusus di pesantren agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
Langkah ini menegaskan komitmen Unram memperkuat peran sebagai pusat solusi, jembatan kebijakan berbasis riset, dan penjaga stabilitas sosial. Sinergi dengan Polresta Mataram dan pemerintah daerah membantu Unram memperkuat citra kampus sebagai lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*)



