IbadahRAMADAN

Tak Puasa karena Haid? Ini Amalan Perempuan saat Ramadan dengan Pahala Berlimpah

Mataram (NTBSatu) – Bulan Ramadan selalu menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Setiap amal saleh pada bulan suci ini memiliki nilai pahala berlipat, sehingga banyak muslim berlomba mengisi waktu dengan kegiatan ibadah dan kebaikan.

Namun, perempuan yang mengalami haid atau nifas tidak bisa menjalankan puasa dan salat sehingga kondisi tersebut sering menimbulkan rasa sedih.

Dalam sebuah riwayat, Sayyidah Aisyah pernah menangis ketika haid menjelang pelaksanaan ibadah haji. Rasulullah saw., kemudian menenangkan Aisyah dan menjelaskan, haid merupakan ketentuan Allah bagi perempuan.

Rasulullah juga mengarahkan Aisyah untuk tetap menjalankan ibadah yang masih bisa ia lakukan. Puasa yang tertinggal dapat terganti setelah Ramadan berakhir.

Perempuan yang haid tetap memiliki banyak peluang meraih pahala besar selama Ramadan. Berikut enam amalan yang dapat dilakukan agar tetap produktif dalam ibadah.

Enam Amalan Perempuan Haid di Bulan Ramadan

Melansir NU Online, Jumat, 20 Februari 2026, berikut ini amalan yang dapat dikerjakan perempuan yang sedang haid atau nifas pada bulan Ramadan:

Bersedekah di Bulan Ramadan

Sedekah menjadi amalan utama yang bisa terlaksana tanpa syarat suci. Perempuan haid dapat menyalurkan sedekah dalam bentuk uang, makanan, atau bantuan lainnya kepada orang yang membutuhkan. Allah menjanjikan pahala berlipat bagi orang yang berinfak, terlebih pada bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Melakukan Kerja Sosial untuk Sesama

Kerja sosial juga termasuk ibadah yang bernilai besar. Perempuan haid dapat membantu keluarga, tetangga, atau masyarakat sekitar melalui kerja bakti, menyiapkan hidangan berbuka, atau terlibat dalam kegiatan sosial. Islam mendorong umatnya untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan.

Menuntut dan Mengajarkan Ilmu

Aktivitas belajar dan mengajar ilmu agama maupun ilmu umum memiliki nilai ibadah. Perempuan haid dapat membaca buku keislaman, mengikuti kajian, atau mengajarkan ilmu kepada anak dan keluarga. Riwayat menyebutkan, belajar termasuk kebaikan, mengajarkan ilmu termasuk sedekah, dan membagikan ilmu mendekatkan diri kepada Allah.

Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa

Memberi makan orang yang berbuka puasa juga termasuk amalan besar. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang memberi makanan kepada orang untuk berbuka puasa, maka ia mendapatkan pahala sesuai orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun”.

Amalan ini dapat terlaksana dengan menyediakan takjil atau hidangan berbuka bagi keluarga dan masyarakat.

Memperbanyak Dzikir Setiap Waktu

Dzikir seperti tahmid, takbir, tahlil, istighfar, dan shalawat dapat terlaksana kapan saja tanpa syarat suci. Dzikir membantu menjaga hati tetap tenang dan dekat dengan Allah, terutama pada Ramadan yang memiliki malam lailatulqadar.

Memperbanyak Doa dan Munajat kepada Allah

Doa juga dapat terucap kapan pun, termasuk saat haid. Doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah untuk malam lailatulqadar berbunyi, “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun yang menyukai orang yang meminta ampunan, karenanya ampuni lah aku”. Perempuan haid dapat memperbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Islam.

Enam amalan tersebut menunjukkan, haid bukan penghalang untuk meraih pahala besar pada bulan Ramadan. Dengan mengisi waktu dengan sedekah, kerja sosial, ilmu, dzikir, doa, dan memberi makan orang berbuka, perempuan tetap dapat meraih keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah selama bulan suci. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button