Olahraga

Panitia Buka Suara soal Polemik Trofi dan Hadiah Liga 4 NTB: Dari Dulu Memang Begitu

Mataram (NTBSatu) – Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 4 NTB, buka suara perihal polemik trofi dan hadiah juara musim 2025/2026.

Dalam turnamen tersebut, klub asal Lombok Utara, PS Daygun keluar sebagai pemenang. Setelah berhasil mengalahkan Persebi Bima dengan skor 2-0 pada laga puncak putaran final empat besar Liga 4 NTB, Kamis, 12 Februari 2026.

Menjadi sorotan dan pembahasan di berbagai platform media sosial terkait hadiah yang Panpel siapkan. Banyak menilai, penghargaan yang diberikan kepada juara jauh dari kata layak, bahkan disebut mirip piala turnamen tingkat kampung.

Ketua Panitia Liga 4 NTB, H. Suhaimi mengatakan, sorotan atau protes tersebut merupakan hal wajar. Bagian dari dinamika dalam pelaksanaan turnamen. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tim yang mengikuti Liga 4 NTB.

“Tentunya kami menyampaikan permohonan maaf kepada PS Daygun dan seluruh tim yang mengikuti Liga 4 NTB masa kompetisi 2025-2026,” kata Muhaimin, Minggu, 15 Februari 2026.

Tidak Ada Niat Merendahkan Peserta

Di samping itu ia menegaskan, dalam beberapa tahun belakang, hadiah untuk para juara Liga 4 NTB tidak jauh beda dengan yang sekarang. Misalnya, pada pelaksanaan di Kabupaten Dompu beberapa waktu lalu. Baginya, tidak ada niat untuk merendahkan atau tidak menghargai para peserta.

“Kalau piala kita dari dulu memberikan seperti itu. Tidak pernah ada bedanya. Jadi kita tidak pernah berpikir mau ada penghinaan atau mau ada rasa tidak menghargai. Sebab, sepanjang kompetisi kita lakukan dari lima tahun sebelumnya ya seperti itu (pialanya),” tegasnya.

Selain soal trofi, masyarakat juga menyoroti uang pembinaan bagi para pemenang. Adapun untuk Juara I sebesar Rp30 juta, Juara II Rp20 juta, Juara III Rp15 Juta, dan Juara IV Rp10 Juta.

Ketua Harian PSSI NTB ini menjelaskan, adanya uang pembinaan pada turnamen Liga 4 NTB musim 2025/2026 ini merupakan suatu kesyukuran. Pasalnya, selama hampir lima tahun terakhir, bahkan sejak awal pelaksanaan kompetisi, belum pernah ada dana pembinaan kepada seluruh tim yang mengikuti kompetisi. Baik saat masih bergulir sebagai Liga 3 maupun setelah menjadi Liga 4.

“Kita tentunya melaksanakan kompetisi itu hanya menyiapkan medali dan piala, walaupun mungkin piala itu dianggap sesuatu yang kurang bermakna. Tetapi kalau menurut kami, maknanya ada untuk seluruh tim dan terutama medali buat perorangan di tim itu sendiri,” jelasnya.

Terkait dengan permintaan untuk mengganti piala dengan bentuk penghargaan yang lebih besar, berjanji akan mengupayakan solusi terbaik. “Jika ada tuntutan untuk mengganti piala atau memperbaiki bentuk penghargaan, kami akan usahakan sebaik mungkin. Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut, dan jika memungkinkan, kami akan mengganti dengan cara yang lebih baik,” ungkapnya.

Tingkatkan Kualitas Sepak Bola di NTB

Ia juga menegaskan, pentingnya dukungan dari semua pihak untuk meningkatkan kualitas sepak bola di NTB. Ke depan, mereka berharap agar pembinaan sepak bola lebih terstruktur dan didukung dengan anggaran yang lebih memadai agar prestasi sepak bola daerah bisa berkembang lebih pesat.

“Ke depan, kami berharap akan ada perbaikan dalam pelaksanaan kompetisi dan pembinaan, termasuk pengalokasian dana yang lebih baik. Kami juga akan memperhatikan saran dan kritik yang diberikan oleh tim dan anggota PSSI,” ujarnya.

Dengan semangat untuk terus memperbaiki kualitas dan dukungan terhadap sepak bola di NTB, ia berharap, kompetisi-kejuaraan sepak bola seperti Liga 4 bisa lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang dan terus menggairahkan masyarakat.

Terakhir, ia memberikan apresiasi khusus kepada tim PS Daygun dan para suporter yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga tim Daygun berhasil meraih juara 1 Liga 4 NTB. Dukungan dari para suporter yang memadati GOR 17 Desember pada akhir kompetisi, dianggap sebagai nuansa yang sangat menggairahkan dan memberi motivasi bagi tim-tim lain untuk lebih bersemangat dalam bertanding.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim PS Daygun dan suporter yang luar biasa. Kehadiran mereka memberikan energi positif bagi seluruh kompetisi ini dan tentunya akan menjadi contoh bagi suporter tim lainnya di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, untuk memberikan dukungan penuh kepada tim-tim kesayangan mereka,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button