BERITA NASIONALINTERNASIONAL

Hasil Autopsi Juliana Marins di Brasil: Ditemukan Larva di Kulit Kepala

Jakarta (NTBSatu) – Hasil autopsi meninggalnya pendaki Juliana Marins, yang terjatuh di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikeluarkan di negaranya, Brasil.

Hasil autopsi kedua di Brasil menerangkan bahwa Juliana masih hidup selama 32 jam sejak terjatuh pertama kalinya.

Petugas koroner dari Polisi Sipil Brasil, Reginaldo Franklin menemukan beberapa larva di kulit kepala Juliana Marins yang membantunya memperkirakan waktu kematian pendaki tersebut.

Menurut Franklin, Juliana masih hidup selama 32 jam sejak jatuh yang pertama. Pada 22 Juni siang (waktu Indonesia) tambah 15 menit, Juliana Marins meninggal dunia.

“Ia masih hidup selama kurang lebih 32 jam,” ujarnya mengutip g1, Minggu, 13 Juli 2025.

IKLAN

“Menurut perkiraan ini, Juliana sudah meninggal pada tengah hari tanggal 22 (waktu Indonesia), sekitar pukul 12 siang,” sambungnya.

Sementara Nelson Massini, ahli dari pihak swasta yang juga ikut mendampingi penyelidikan, mencatat bahwa Juliana kemungkinan menderita cedera paha saat jatuh pertama kali.

Kejatuhan pertama itu perkiraanya terjadi saat Juliana tergelincir 60 meter dari jalan setapak dan terus jatuh ke bawah sejauh 220 meter.

Juliana kemudian terpeleset lagi sedalam 60 meter dan sempat bertahan hidup 15 menit dalam kesakitan sebelum akhirnya wafat. Ia jatuh hingga 650 meter, titik terakhir jasadnya ditemukan.

“Itu adalah kematian yang menyakitkan, berdarah, dan menyiksa,” ungkap Massini.

IKLAN

Sebelumnya, Juliana Marins tewas setelah terjatuh di Gunung Rinjani kala mendaki dengan sejumlah rekannya, Sabtu, 21 Juni 2025.

Tim SAR gabungan menemukan korban pada Senin, 23 Juni 2025, pukul 07.05 Wita. Tim menemukan korban kurang lebih 500 meter bergeser dari titik awal jatuhnya dengan medan lokasi berupa pasir dan batu.

Peristiwa ini menarik perhatian publik, terutama netizen Brasil, karena proses evakuasi yang cukup lama. Warganet Brasil mengkritik lambannya pihak berwenang Indonesia yang tidak bisa menyelamatkan Juliana hidup-hidup. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button